MALANG – Program PASTI (Kemitraan untuk Akselerasi Pencegahan Stunting di Indonesia) memasuki tahap akhir pelaksanaan melalui kegiatan Pertemuan Diseminasi Hasil dan Pembelajaran Program PASTI yang digelar di Ruang Athena, Hotel The Aliante Malang, Kamis (13/08/2026) pagi.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menyampaikan hasil, pengalaman, serta berbagai pembelajaran selama pelaksanaan Program PASTI, sekaligus memperkuat komitmen para pemangku kepentingan agar upaya pencegahan dan penanganan stunting tetap berlanjut meskipun program memasuki tahap penutupan.
Dalam kegiatan tersebut, Camat Bululawang, Kabupaten Malang, Hanindyo Daryawan Putrantyo, S.STP., M.AP., hadir bersama para kepala desa se-Kecamatan Bululawang serta kader yang selama ini terlibat dalam pelaksanaan program di tingkat masyarakat.
Kehadiran unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan kader menjadi bentuk komitmen bersama dalam memastikan berbagai praktik baik yang telah dibangun melalui Program PASTI dapat terus diterapkan di tengah masyarakat.
Saat diwawancarai Media, Camat Bululawang Hanindyo Daryawan Putrantyo menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari penutupan Program PASTI sekaligus menjadi kesempatan untuk mengevaluasi dan mengambil pembelajaran dari pelaksanaan program selama ini.
“Ini closing Program PASTI. Dari Kecamatan Bululawang yang hadir seluruh kepala desa se-Kecamatan Bululawang, bersama para kader yang selama ini terlibat dalam program,” ujar Hanindyo.
Menurutnya, Program PASTI memiliki tujuan utama untuk memperkuat kemitraan dan mempercepat berbagai upaya pencegahan serta penurunan angka stunting di Indonesia, termasuk di wilayah Kecamatan Bululawang.
Program tersebut mendorong adanya kolaborasi berbagai pihak sehingga persoalan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab satu sektor, melainkan membutuhkan keterlibatan pemerintah, pemerintah desa, kader, tenaga kesehatan, keluarga, hingga masyarakat secara luas.
Hanindyo menyampaikan bahwa intervensi terhadap stunting di Kecamatan Bululawang selama ini dilakukan melalui berbagai upaya bersama dan melibatkan lintas sektor. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong penurunan angka stunting di wilayahnya.
“Alhamdulillah, dengan upaya bersama dan intervensi yang dilakukan berbagai pihak, angka stunting di Kecamatan Bululawang dari tahun ke tahun mengalami penurunan,” jelasnya.
Ia menegaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja sama seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap persoalan stunting. Pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa terus berupaya mendorong pelaksanaan intervensi secara lebih terarah, terutama terhadap keluarga dan anak yang membutuhkan perhatian.
Menurut Hanindyo, keberhasilan penanganan stunting membutuhkan kesinambungan program. Karena itu, berakhirnya Program PASTI bukan berarti berakhir pula upaya pencegahan stunting di Kecamatan Bululawang.
Justru, kata dia, berbagai pengalaman dan model kerja yang telah diterapkan selama pelaksanaan Program PASTI akan menjadi bahan untuk melanjutkan program-program serupa secara mandiri dan berkelanjutan.
“Walaupun hari ini closing Program PASTI, tentunya kita akan melanjutkan apa yang sudah menjadi role model dari PASTI. Kita juga akan meningkatkan sinergi lintas sektor untuk sama-sama melakukan intervensi percepatan,” tegasnya.
Ia berharap kolaborasi yang telah terbangun selama pelaksanaan Program PASTI dapat terus dipertahankan. Pemerintah kecamatan dan pemerintah desa diharapkan mampu mengembangkan berbagai inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat masing-masing.
Bagi Kecamatan Bululawang, persoalan stunting merupakan isu yang harus ditangani secara bersama-sama. Selain intervensi terhadap anak yang mengalami stunting, upaya pencegahan juga menjadi hal yang sangat penting agar kasus baru dapat ditekan.
Peran keluarga dan masyarakat menjadi bagian yang tidak kalah penting. Kesadaran mengenai pemenuhan gizi, pola asuh, kesehatan ibu dan anak, sanitasi, serta pemantauan tumbuh kembang anak harus terus diperkuat.
Hanindyo menambahkan, pemerintah desa juga memiliki peran strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Dengan dukungan kader dan berbagai unsur terkait, pemerintah desa dapat melakukan deteksi dini sekaligus memberikan pendampingan kepada keluarga yang membutuhkan.
“Yang paling penting adalah bagaimana sinergi ini tetap berjalan. Karena percepatan penurunan stunting tidak bisa dilakukan sendiri oleh satu pihak,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan Program PASTI di Kecamatan Bululawang. Menurutnya, program tersebut telah memberikan pengalaman dan pembelajaran penting dalam membangun pola kerja kolaboratif untuk menangani persoalan stunting.
Pertemuan Diseminasi Hasil dan Pembelajaran Program PASTI di Hotel The Aliante Malang tersebut sekaligus menjadi ruang untuk berbagi pengalaman antarwilayah mengenai strategi, tantangan, serta praktik baik yang telah dilakukan selama program berlangsung.
Dengan berakhirnya Program PASTI, diharapkan berbagai praktik baik yang telah diterapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial penutupan. Sebaliknya, pengalaman tersebut dapat menjadi fondasi bagi pemerintah daerah, kecamatan, desa, kader, dan masyarakat untuk terus memperkuat upaya pencegahan stunting.
Kecamatan Bululawang sendiri berkomitmen untuk melanjutkan semangat kolaborasi tersebut melalui penguatan koordinasi lintas sektor. Pemerintah kecamatan akan terus mendorong pemerintah desa bersama kader dan unsur terkait agar program penanganan stunting tetap menjadi perhatian dalam pembangunan di tingkat desa.
Penurunan angka stunting yang telah dicapai dari tahun ke tahun menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kualitas intervensi. Namun, capaian tersebut juga harus dijaga agar tidak terjadi peningkatan kembali di kemudian hari.
Karena itu, keberlanjutan program, pemantauan secara berkala, serta keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan secara konsisten.
Melalui momentum penutupan Program PASTI ini, Kecamatan Bululawang menegaskan bahwa semangat kemitraan dan kolaborasi akan terus dilanjutkan. Pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu menjaga hasil yang telah dicapai sekaligus memperkuat berbagai upaya pencegahan stunting demi menciptakan generasi yang sehat, berkualitas, dan memiliki masa depan yang lebih baik.
REPORTER : Matnadir
EDITOR : Redaksi














