WARGA MADURA DI BANGKALAN TEGUHKAN KOMITMEN JAGA TRADISI WARISAN LELUHUR, GELAR AKSI SALING BANTU DI RUMAH H. SUMA JUM’AT PAGI KEMARIN

banner 120x600

BANGKALAN, BUSERNASIONAL.MY.ID- Pemandangan penuh makna dan sarat akan nilai-nilai luhur kebudayaan Madura kembali tersaji di Kabupaten Bangkalan. Semangat kekompakan, persaudaraan, dan tradisi saling tolong-menolong yang diwariskan sejak jaman nenek moyang, masih terjaga dengan sangat kuat di tengah masyarakat.

Hal tersebut terbukti pada kegiatan warga yang berlangsung pada hari Jum’at, 2 Oktober 2026, pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB. Bertempat di kediaman H. Suma, yang berada di wilayah Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, puluhan warga Madura berkumpul menjadi satu dalam sebuah kegiatan kebersamaan yang mencerminkan jati diri orang Madura yang sesungguhnya.

Sejak matahari baru terbit, warga sudah mulai berdatangan ke rumah H. Suma. Tanpa ada undangan resmi dan tanpa pamrih, mereka datang dengan niat tulus untuk membantu sesama. Suasana pagi yang sejuk di Kecamatan Burneh kala itu berubah menjadi suasana yang hangat, penuh canda, tawa, dan rasa kekeluargaan yang begitu kental. Semua warga membaur, tua dan muda, saling bahu-membahu menunjukkan bahwa Saling Bantu masih menjadi nafas kehidupan masyarakat Madura.

Menurut informasi yang dihimpun tim busernasional.my.id di lapangan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari tradisi luhur masyarakat Madura yang tidak pernah luntur oleh zaman. Di saat era modernisasi dan individualisme mulai menggerus nilai-nilai sosial di banyak tempat, warga Burneh justru semakin memperkuat tradisi tersebut.

BERITA TERKAIT  PENDAPATAN PAJAK DI JATENG BONCOS ⁉️ 46% Kendaraan Nunggak, Negara Rugi Triliunan!

Seorang warga yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa apa yang mereka lakukan hari ini adalah cerminan dari ajaran para leluhur Madura.

“Kami warga Madura di sini tetap memperkuat kekompakan. Kami selalu ingat pesan dari jaman nenek moyang kita dulu, bahwa orang Madura itu harus kompak, harus saling tolong-menolong. Kalau ada warga yang butuh bantuan, kita harus sigap membantu. Ini sudah menjadi tradisional kita, budaya kita, yang harus kita jaga dan kita teruskan sampai kapanpun untuk anak cucu kita nanti,” ujar warga tersebut kepada Awa Media dengan penuh semangat.

Ia menambahkan, tradisi saling bantu ini bukan hanya sekedar membantu secara fisik, tetapi juga membangun ikatan emosional dan persaudaraan yang kuat antar warga. Dengan saling membantu, rasa memiliki dan rasa persatuan akan semakin kokoh.

Sementara itu, H. Suma selaku pemilik rumah mengaku sangat terharu dan bangga melihat antusiasme warga yang begitu luar biasa. Ia tidak menyangka sejak pukul 07.00 WIB pagi, warga sudah berbondong-bondong datang ke kediamannya.

BERITA TERKAIT  Akun TikTok “Gerakan Rakyat” Dilaporkan ke Polres Bangkalan, Bangkalan Berbagi Kwanyar Soroti Konten yang Resahkan Sejumlah Kades

“Saya sangat berterima kasih kepada semua warga, tetangga, dan saudara-saudara saya yang sudah datang pagi-pagi. Ini bukti bahwa orang Madura itu memang luar biasa kompaknya. Tradisi saling bantu ini memang harus kita rawat terus. Jangan sampai hilang. Karena dari kekompakan inilah kita bisa kuat,” tutur H. Suma.

Lebih lanjut, H. Suma berharap agar kegiatan-kegiatan positif yang mengedepankan kebersamaan seperti ini bisa terus digalakkan di setiap desa, khususnya di Kecamatan Burneh dan umumnya di seluruh Kabupaten Bangkalan. Ia menilai, gotong royong adalah kunci utama dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan dalam bermasyarakat.

Para tokoh masyarakat setempat yang hadir juga memberikan apresiasi tinggi. Mereka menilai apa yang dilakukan warga di rumah H. Suma pada Jum’at pagi itu adalah contoh nyata implementasi dari falsafah hidup orang Madura yang menjunjung tinggi persaudaraan.

Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari itu pun ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antar warga. Semua warga yang hadir terlihat bahagia dan berharap agar kekompakan ini tidak hanya berhenti hari ini saja, tetapi terus berlanjut di masa-masa yang akan datang.

BERITA TERKAIT  LANGKAH ADMINISTRASI HUKUM DITEMPUH! Terkait Dugaan Cacat Prosedur PHK, Disnaker Sumut Layangkan Panggilan Klarifikasi untuk Pimpinan BRI Kanwil Sumut

Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Burneh, Bangkalan telah membuktikan bahwa warisan budaya tolong menolong warisan nenek moyang masih hidup, masih bernafas, dan masih menjadi pedoman utama dalam kehidupan bermasyarakat di Tanah Madura.

BUSERNASIONAL.MY.ID BIRO BANGKALAN –

Penulis: FhryEditor: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *