Oleh: Yusuf Blegur
-Direktur Eksekutif Institute for Public Policy Strategic (IPPS)
SEPERTI ketapel, sebuah mainan yang menghibur. Namun tetap berbahaya dan bisa melukai siapapun jika dipergunakan sebagai senjata. Bagi Prabowo kebijakan reshuffle hampir sama dengan ketapel. Punya elastisitas dan fleksibilitas serta alat tarik ulur juga, tergantung siapa yang memainkan dan dimainkan.
Tujuh kali reshuffle kabinet dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, tak satupun mencerminkan progres pemerintahan yang berbasis pada kualitas dan integritas kepemimpinan. Terakhir reshuffle pada 1 Oktober 2026, presiden masih asyik pada reposisi dan akomodasi jabatan semata.
Dua hal kental pada keseringan dan pola reshuffle:
– Pertama; reshuffle dalam rangka memelihara konfigurasi politik lama yakni personifikasi dan eksistensi Jokowi dan Geng Solo yang masih sangat dominan, termasuk posisi Wapres. Ini membuktikan kekuasaan presiden masih lemah di hadapan oligarki dan kontrak politik kesinambungan program.
– Kedua; untuk mengamankan masa jabatan hingga 2028 sekaligus konsolidasi dua periode, Prabowo terus merangkul kekuatan kritis dan oposisi masuk pemerintahan. Nama-nama seperti Rocky Gerung di Wantimpres, dan Syahganda Nainggolan di Bakom, merepresentasikan upaya menutup suara miring di luar pemerintahan.
Beberapa menteri yang disinyalir titipan dan sarat masalah seperti Bahlil, Zulkifli Hasan, Raja Juli Antoni masih bertahan dan hanya rotasi seperti Sigit Sulistyo dari Kapolri menjadi KSP.
Reshuffle berulang yang dilakukan dinilai publik tidak relevan terhadap perbaikan ekonomi dan politik. Pembantu presiden dinilai tidak memiliki kelayakan kompetensi, lebih banyak menampung tim sukses dan kaum oportunis.
Menyoal reshuffle yang hanya sekadar kosmetik, maka sudah sepantasnya disebut reshuffle ala Ketapel. Sebuah mainan berbentuk huruf Y bercabang dua, menarik kencang dan melepaskan tali yang membawa kerikil yang dapat mengusir, melukai, bahkan mematikan.
Bekasi Kota Patriot,
_22 Rabiul Akhir 1448 / 3 Oktober 2026_
Catatan:
_Tulisan ini, adalah opini pribadi penulis dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis._













