BANGKALAN-Busernasional.my.id – Keramik merek Platinum yang digunakan dalam pembangunan Musholla Al Amin atau yang dikenal warga sebagai Musholla Buju’ Kramat di Desa Taman Dikeh, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, dikeluhkan tidak presisi.
Keluhan tersebut disampaikan setelah tukang di lokasi menemukan adanya perbedaan ukuran pada sejumlah keramik yang dinilai menyulitkan proses pemasangan agar hasilnya rapi.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, pihak pabrik Platinum pada Selasa (22/9/2026) mendatangi langsung lokasi pembangunan untuk melakukan pengecekan terhadap keramik yang dipersoalkan.
Tukang: Ada Perbedaan Ukuran
Salah satu tukang yang mengerjakan pemasangan keramik, Saruji, mengaku menjadi pihak pertama yang menemukan adanya kejanggalan saat proses pemasangan.
“Betul, saya yang melaporkan kepada Hj. Mat Sari. Waktu mau memasang keramik di lokasi musholla ini, saya melihat ukurannya tidak sama,” ujar Saruji saat ditemui wartawan di lokasi, Selasa (22/9/2026).
Menurut Saruji, perbedaan ukuran tersebut terlihat pada sejumlah keping keramik. Ia menyebut terdapat selisih ukuran sekitar 2 hingga 3 milimeter.
“Dalam satu dus memang jenis dan ukurannya sama, tetapi ada yang selisih sekitar 2 sampai 3 milimeter. Saat dipasang, nat-nya sulit bertemu dan tidak bisa lurus sehingga hasil pemasangan kurang rapi,” jelasnya.
Saruji yang mengaku telah sekitar 20 tahun bekerja sebagai tukang mengatakan telah berupaya mengatur jarak nat agar pemasangan tetap terlihat rapi. Namun, menurut dia, hasilnya tetap tidak maksimal karena adanya perbedaan ukuran keramik.
“Saya sudah berusaha mengatur jarak nat, tetapi tetap sulit mendapatkan hasil yang rapi. Apalagi ini untuk musholla, tentunya kami berharap hasil pemasangannya bagus,” katanya.
Pabrik Platinum Datang Melakukan Pengecekan
Setelah menerima laporan dari tukang, Hj. Mat Sari mengajukan komplain kepada pihak pabrik Platinum.
Komplain tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan kedatangan perwakilan pabrik Platinum ke lokasi pembangunan pada Selasa (22/9/2026).
Pihak pabrik melakukan pemeriksaan dan pengukuran terhadap keramik, baik yang sudah terpasang maupun yang masih berada di dalam dus. Pemeriksaan tersebut disaksikan Hj. Mat Sari dan Saruji selaku tukang di lokasi.
“Saya berterima kasih karena laporan dari tukang di lokasi langsung ditanggapi oleh pihak pabrik. Pak Saruji yang mengetahui kondisi keramik secara langsung. Semoga ada solusi terbaik, karena keramik ini digunakan untuk pembangunan musholla,” ujar Hj. Mat Sari.
Hingga berita ini diterbitkan, hasil pemeriksaan dan pengukuran yang dilakukan pihak pabrik Platinum masih dalam tahap evaluasi manajemen.
Pihak terkait diharapkan dapat memberikan penjelasan dan solusi atas keluhan tersebut, termasuk memastikan apakah perbedaan ukuran yang ditemukan merupakan bagian dari karakteristik produk, toleransi produksi, atau terdapat persoalan kualitas pada produk tertentu.(Red)













