MALANG – Semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama terus tumbuh di tengah masyarakat. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Jumat Berkah jamaah Masjid Thoharoh, Dusun Kebonsari, Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jumat (14/08/2026).
Kegiatan berbagi makanan setiap Jumat tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang dilakukan secara rutin untuk jamaah dan masyarakat. Bukan sekadar menyediakan makanan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi sekaligus menghidupkan semangat sedekah dan saling membantu.
Saat diwawancarai media Buser Nasional, Habib Abdullah Assegaf, warga Tumpang sekaligus donatur tetap dan Ketua Majelis Burdah Noto Roso, menjelaskan bahwa kegiatan Jumat Berkah tersebut berawal dari keinginan pribadi untuk bersedekah serta mengambil hikmah dari keteladanan orang tua dan para ulama terdahulu.
“Awal mulanya dari kita punya keinginan untuk sedekah. Kita mengambil hikmah dari orang-orang dulu, orang tua dulu, dan ulama-ulama dulu yang mengajarkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat kepada manusia lainnya,” ujar Abdullah.
Menurutnya, semangat tersebut kemudian diwujudkan melalui kegiatan berbagi makanan secara rutin setiap hari Jumat. Prinsip saling menolong, berbagi, dan memberikan manfaat kepada sesama menjadi dasar utama dalam menjalankan kegiatan tersebut.
“Intinya saling tolong-menolong dan berbagi untuk apa pun yang bisa kita berikan kepada orang lain,” tambahnya.
Abdullah mengatakan, kegiatan Jumat Berkah itu telah berjalan kurang lebih selama empat tahun. Selama kurun waktu tersebut, dirinya secara pribadi menjadi salah satu donatur tetap yang membiayai penyediaan makanan untuk jamaah.
“Sudah hampir empat tahun. Untuk donaturnya, pribadi saya sendiri,” jelasnya.
Setiap Jumat, menu makanan yang dibagikan kepada jamaah dibuat secara bergantian sehingga tidak selalu sama. Berbagai menu disiapkan, mulai dari bakso, soto, pecel, rawon, hingga nasi urap-urap.
“Menunya macam-macam. Ada bakso, soto, pecel, rawon, nasi urap-urap dan lainnya. Setiap Jumat menunya kita ganti,” ungkap Abdullah.
Dalam satu kali kegiatan, sedikitnya sekitar 250 porsi makanan disiapkan. Makanan tersebut kemudian dibagikan kepada jamaah yang hadir di Masjid Thoharoh.
Ia bersyukur karena kegiatan tersebut mendapatkan respons positif dari jamaah. Dukungan masyarakat juga menjadi salah satu kekuatan sehingga program Jumat Berkah dapat terus berlangsung hingga saat ini.
“Alhamdulillah, respons dari jamaah sangat baik. Mereka mendukung adanya kegiatan ini. Alhamdulillah kegiatan bisa terus berjalan,” katanya.
Abdullah berharap semangat berbagi tersebut tidak berhenti pada dirinya maupun satu kegiatan saja. Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang tergerak menjadi donatur, semakin luas pula manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Ia juga mengajak para donatur dan masyarakat di wilayah Malang Raya untuk terus menjaga tradisi berbagi dan kepedulian sosial. Menurutnya, sedekah tidak harus selalu dalam jumlah besar, tetapi dapat dilakukan sesuai kemampuan masing-masing.
“Donatur di Malang ini banyak. Harapan saya, kegiatan seperti ini bisa terus berkembang dan membawa keberkahan, khususnya bagi masyarakat di wilayah Malang Raya,” tuturnya.
Tidak hanya kegiatan Jumat Berkah, Abdullah juga menyampaikan bahwa dirinya memiliki sejumlah program sosial lainnya. Di antaranya pemberian sembako secara rutin kepada warga yang membutuhkan serta perhatian terhadap anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Program bantuan tersebut dilakukan secara berkala setiap bulan. Saat ini terdapat sekitar 70 orang yang menjadi penerima bantuan rutin, di luar penerima manfaat dalam kegiatan Jumat Berkah.
“Selain ini, saya kadang masih memberikan sembako kepada orang-orang yang membutuhkan dan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Itu dilakukan setiap bulan. Jadi programnya memang cukup banyak,” jelasnya.
Kegiatan berbagi juga tidak hanya dilaksanakan di satu tempat. Setiap Jumat, terdapat dua lokasi yang menjadi tempat pelaksanaan kegiatan berbagi makanan, yakni di Masjid Thoharoh Dusun Kebonsari, Tumpang, serta lokasi lainnya yang berkaitan dengan kegiatan Majelis Burdah Noto Roso.
Dengan adanya kegiatan tersebut, semangat berbagi diharapkan semakin tumbuh dan menjadi kebiasaan positif di tengah masyarakat. Terlebih, kegiatan sosial yang dilakukan secara konsisten dinilai mampu memberikan dampak langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
Abdullah menegaskan bahwa apa yang dilakukannya bukan semata-mata untuk mendapatkan pengakuan, melainkan sebagai bentuk rasa syukur dan upaya meneruskan nilai-nilai kebaikan yang telah diajarkan oleh orang tua dan para ulama.
Baginya, ketika sebuah kegiatan dilakukan dengan niat berbagi dan membantu sesama, maka keberkahannya tidak hanya dirasakan oleh penerima, tetapi juga oleh orang-orang yang terlibat di dalamnya.
Ia pun berharap kegiatan Jumat Berkah tersebut dapat terus berjalan dan semakin berkembang pada masa mendatang.
“Harapan saya ke depan, kegiatan ini menjadi berkah dan memberikan manfaat, baik untuk dunia maupun akhirat. Semoga bisa terus berjalan dan semakin banyak masyarakat yang ikut berbagi,” pungkasnya.
Kegiatan Jumat Berkah di Masjid Thoharoh tersebut menjadi gambaran bahwa kepedulian sosial dapat dimulai dari langkah sederhana. Dari satu orang yang bersedekah, kemudian berkembang menjadi kegiatan rutin yang memberikan manfaat bagi ratusan jamaah setiap pekannya.
Semangat tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk terus menjaga budaya gotong royong, bersedekah, saling membantu, dan menghadirkan manfaat bagi sesama.
REPORTER : Matnadir
EDITOR : Redaksi














