BANGKALAN, BUSERNASIONAL — Persatuan UMKM Bangkalan menggelar Dialog Kebangsaan bertajuk “Tiga Sahabat Memilih Jalan Beda Membangun Bangsa.” Kegiatan ini menghadirkan tiga tokoh dengan latar belakang berbeda, yakni Mathur Husyairi sebagai aktivis antikorupsi, Wakil Bupati Bangkalan Moh. Fauzan Ja’far, dan Muhlis Assuryani selaku pembina UMKM.
Ketiganya hadir dalam satu forum untuk menyampaikan gagasan dan pandangan mengenai bagaimana membangun daerah melalui peran masing-masing.
Sinergi Pemerintah dan Ruang Solusi bagi UMKM
Acara yang diprakarsai Persatuan UMKM Bangkalan tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Bangkalan, Moh. Fauzan Ja’far. Ia menilai kegiatan dialog ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya para pelaku UMKM dan pedagang kaki lima (PKL).
Fauzan menyampaikan bahwa pemerintah hadir untuk membantu para pelaku UMKM yang membutuhkan tambahan modal. Ia mengimbau para pelaku usaha yang membutuhkan permodalan agar mengajukan pinjaman melalui Dinas Perdagangan (Disperindag) dengan fasilitas bunga 0 persen, sesuai dengan program dan ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, aktivis antikorupsi Mathur Husyairi menekankan pentingnya keberpihakan pemerintah kepada masyarakat. Menurutnya, pemerintah harus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, sekaligus menjalankan pemerintahan secara transparan dan bertanggung jawab.
Harapan dan Kritik Konstruktif untuk Pembinaan Usaha
Di sisi lain, Muhlis Assuryani, selaku pembina UMKM, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bangkalan atas adanya solusi permodalan bagi pelaku UMKM melalui pinjaman dengan bunga 0 persen.
Namun, Muhlis juga menyoroti persoalan penertiban terhadap para pelaku usaha. Ia berharap setiap langkah penertiban pemerintah diiringi dengan pembinaan dan solusi, sehingga tidak justru mematikan usaha masyarakat kecil.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bangkalan karena telah memberikan solusi agar para UMKM bisa mendapatkan pinjaman dengan mudah dan bunga 0 persen. Namun di sisi lain, pemerintah selalu melakukan penertiban tanpa solusi. Tolong kami dibina, jangan dibinasakan,” pungkas Muhlis.
Dialog tersebut menunjukkan bahwa membangun bangsa tidak harus ditempuh melalui jalan yang sama. Pemerintah, aktivis, dan pelaku UMKM memiliki peran berbeda, tetapi dapat bertemu pada satu tujuan: membangun Bangkalan dengan menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat serta mendorong UMKM agar semakin kuat dan mandiri.














