BANGKALAN (BuserNasional) — Proses perbaikan jalan di wilayah Tebul, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, menuai sorotan masyarakat. Pekerjaan yang dinilai berjalan lamban disebut berdampak langsung terhadap aktivitas warga dan pengguna jalan.
Salah satu alasan yang disampaikan pihak kontraktor terkait keterlambatan pekerjaan adalah pasokan material aspal dari Pertamina yang belum tersedia. Namun, kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari masyarakat: jika material aspal mengalami keterlambatan, langkah konkret apa yang dilakukan kontraktor untuk meminimalkan dampak terhadap warga?
Pasalnya, masyarakat sekitar harus berhadapan dengan kondisi jalan yang dipenuhi material kerikil, debu yang beterbangan, hingga kondisi permukaan jalan yang berpotensi mengganggu keselamatan pengendara.
Masyarakat pada dasarnya memahami bahwa sebuah proyek pekerjaan jalan dapat menghadapi kendala teknis. Namun, kendala tersebut diharapkan tidak menjadi alasan sehingga dampaknya harus ditanggung masyarakat dalam waktu yang tidak jelas.
Kontraktor dinilai perlu menghadirkan solusi nyata, bukan sekadar menjelaskan alasan keterlambatan.
Apabila pekerjaan belum dapat dilanjutkan karena material aspal belum tersedia, setidaknya perlu ada langkah konkret untuk menjaga keselamatan pengguna jalan, mengurangi debu, merapikan material yang berserakan, serta memastikan akses warga tetap aman dan nyaman.
Publik Pertanyakan Penanggung Jawab Proyek
Di tengah keluhan tersebut, sejumlah pertanyaan publik juga layak mendapatkan jawaban secara terbuka.
Proyek ini milik siapa? Siapa kontraktornya? Siapa yang bertanggung jawab terhadap kondisi jalan selama pekerjaan berlangsung? Dan bagaimana bentuk pengawasan terhadap proyek tersebut?
Pertanyaan tersebut penting disampaikan agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai pelaksanaan proyek serta pihak-pihak yang memiliki tanggung jawab di dalamnya.
Jangan sampai keluhan masyarakat terkait kerusakan maupun ketidaknyamanan akibat pekerjaan jalan justru tidak mendapatkan tindak lanjut.
Proyek pembangunan dan perbaikan jalan pada prinsipnya ditujukan untuk kepentingan publik. Karena itu, pelaksanaannya diharapkan mengedepankan aspek keselamatan, kualitas pekerjaan, keterbukaan informasi, serta tanggung jawab terhadap masyarakat yang terdampak.
Masyarakat tidak meminta pekerjaan dilakukan secara tergesa-gesa. Mereka hanya menginginkan pekerjaan dilaksanakan secara profesional, transparan, aman, dan bertanggung jawab.
Jika ada kendala, jelaskan. Jika terjadi keterlambatan, berikan solusi. Jika masyarakat terdampak, jangan biarkan mereka menghadapi dampaknya sendirian.
Kini, publik menunggu kejelasan dari pihak terkait mengenai progres pekerjaan jalan di Tebul, identitas pelaksana proyek, bentuk pengawasan, serta langkah konkret untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama pekerjaan berlangsung.
BuserNasional — Tajam Mengawal Aspirasi Masyarakat.














