Pembangunan Drainase Sukoraharjo Dikebut, DPUBM Malang Fokus Atasi Genangan

banner 120x600

Malang — Pembangunan drainase di Jalan Raya Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, terus dikebut. Infrastruktur tersebut dibangun sebagai bagian dari upaya penanganan sistem drainase jalan guna mengurangi potensi genangan air sekaligus memperlancar aliran pembuangan air, khususnya saat musim hujan.

Pekerjaan berada di ruas jalan penghubung Kepanjen–Kendalpayak dan melibatkan pembongkaran sebagian tepi jalan untuk pemasangan konstruksi dinding beton saluran drainase.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada 28 September 2026, sejumlah pekerja masih melakukan pengerjaan. Armada truk pengaduk semen atau molen juga terlihat dikerahkan untuk mendukung proses pengecoran konstruksi drainase.

Dari keterangan Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang, pembangunan drainase tersebut memiliki tujuan utama untuk meningkatkan fungsi sistem pembuangan air di kawasan jalan. Keberadaan saluran yang memadai diharapkan dapat mengarahkan aliran air dengan lebih baik sehingga mengurangi potensi air menggenang di badan maupun tepi jalan.

BERITA TERKAIT  Perbaikan Jalan T ebul Dinilai Lamban, Warga Pertanyakan Kontraktor dan Pengawasan Proyek

Selain itu, pembangunan drainase juga diarahkan untuk menjaga kondisi konstruksi jalan agar tidak mudah mengalami kerusakan akibat genangan atau aliran air yang tidak tertata.

«“Pembangunan infrastruktur drainase ini bertujuan untuk mendukung kelancaran sistem pembuangan air, mengurangi genangan saat hujan, serta menjaga kualitas dan fungsi jalan agar dapat menunjang aktivitas masyarakat,” demikian keterangan dari pihak DPUBM Kabupaten Malang.»

Kondisi Lalu Lintas

Dalam proses pengerjaan, sebagian bahu jalan digunakan sebagai area galian sehingga terjadi penyempitan pada jalur kendaraan. Pengendara yang melintas dari arah Kepanjen maupun Kendalpayak diimbau untuk mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan ketika melewati lokasi pekerjaan.

Sejumlah traffic cone berwarna oranye juga ditempatkan di sekitar area proyek sebagai penanda adanya aktivitas pekerjaan dan untuk membantu memberikan peringatan kepada pengguna jalan.

BERITA TERKAIT  Perbaikan Jalan T ebul Dinilai Lamban, Warga Pertanyakan Kontraktor dan Pengawasan Proyek

Sementara itu, pada bagian galian yang menjadi akses menuju sejumlah bangunan atau tempat usaha warga, terlihat adanya jembatan sementara. Fasilitas tersebut digunakan untuk menjaga agar akses masyarakat sekitar tetap dapat dilalui selama pekerjaan berlangsung.

Pembangunan drainase di kawasan Sukoraharjo diharapkan dapat memberikan manfaat terhadap sistem tata kelola air di sepanjang ruas jalan tersebut. Dengan saluran yang lebih baik, air hujan diharapkan dapat dialirkan secara lebih teratur sehingga potensi genangan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat maupun mempercepat kerusakan jalan dapat diminimalkan.

Hingga pantauan pada 28 September 2026, pekerjaan pembangunan drainase masih dalam tahap pengerjaan. Masyarakat pengguna jalan di sekitar lokasi diharapkan tetap berhati-hati dan memperhatikan rambu maupun petunjuk keselamatan selama proyek berlangsung.

BERITA TERKAIT  Perbaikan Jalan T ebul Dinilai Lamban, Warga Pertanyakan Kontraktor dan Pengawasan Proyek

BuserNasional BuserNasional — MEDIA INFORMASI DAN KONTROL SOSIAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *