Rencana Penertiban Pasar Pabean Surabaya Tuai Penolakan, Warga Pertanyakan Ketidakhadiran Camat dan Alasan Banjir

Kisruh penertiban pasar Pabean Surabaya

banner 120x600

Surabaya – Suasana berbeda terjadi di Pasar Pabean yang berada di Jalan Songoyudan, Kelurahan Nyamplungan, Kecamatan Pabean Cantian, Kota Surabaya, Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 17.30 WIB hingga malam hari. Keramaian yang terjadi bukan disebabkan meningkatnya aktivitas jual beli, melainkan berkumpulnya puluhan pedagang dan warga yang ingin mengetahui rencana penertiban lapak di kawasan pasar tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media di lokasi, warga dan pemilik lapak mendatangi area pasar setelah beredar informasi mengenai adanya agenda penertiban yang disebut berasal dari pihak Kecamatan Pabean Cantian.

Dari pantauan di lapangan, tampak hadir sejumlah unsur pemerintah dan aparat, di antaranya pihak Kelurahan Nyamplungan, Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Babinsa, serta Bhabinkamtibmas. Namun, kehadiran Camat Pabean Cantian yang disebut dalam informasi undangan justru menjadi sorotan warga karena tidak terlihat berada di lokasi.

BERITA TERKAIT  IPO RANS: Membayar Valuasi Tinggi Dengan Growth Story

Salah seorang pemilik usaha di Pasar Pabean mengaku kecewa atas ketidakhadiran camat dalam pertemuan tersebut.

“Kami datang baik baik ingin tau niat dan arahan Kecamatan, karena infonya camat sendiri yang melakukan undangan tapi disaat dilokasi camat Pabean sendiri tidak hadir, sehingga kami kecewa,” ungkap S, salah satu pemilik usaha di Pasar Pabean.

Dalam pertemuan tersebut, pihak kelurahan yang hadir juga sempat memberikan penjelasan terkait alasan rencana penertiban. Pernyataan tersebut terekam dalam video yang diperoleh awak media.

“Ini dilakukan penertiban karena disebabkan banjir,” ungkap yang diduga Lurah setempat.

Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi dari warga yang hadir. Sejumlah masyarakat secara spontan membantah alasan tersebut karena merasa kawasan tersebut tidak pernah mengalami banjir sebagaimana yang disampaikan.

“Disini tidak pernah kenak banjir saya udah tahunan besar pak tidak pernah merasa kenak banjir, kalau hujan deras ada air tapi usai hujan langsung habis juga,” ungkap ibu-ibu dan sekerombolan masyarakat yang berada di lokasi.

BERITA TERKAIT  Disorot Publik, Konten Edukasi RSUD Syamrabu Bangkalan "RSUD Syamrabu Menjawab" Tuai Beragam Tanggapan Miring

Selain mempertanyakan alasan penertiban, warga juga menyoroti aspek kemanusiaan dalam rencana relokasi lapak. Mereka mengaku prihatin terhadap seorang perempuan lanjut usia yang memiliki lapak di bagian bawah pasar namun diminta berpindah ke lantai atas.

Menurut keterangan warga, kondisi kesehatan perempuan tersebut dinilai tidak memungkinkan untuk berpindah lokasi.

“Ibu itu sakit mas, dan sudah tidak bisa naik ke atas tapi oleh petugas disuruh pindah usahanya ke atas,” ungkap masyarakat.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga karena menyangkut keberlangsungan usaha para pedagang yang telah lama berjualan di Pasar Pabean. Masyarakat berharap pemerintah dapat mengedepankan dialog terbuka, memberikan penjelasan yang transparan mengenai dasar kebijakan penertiban, serta mempertimbangkan kondisi sosial dan kesehatan para pedagang sebelum mengambil keputusan.

BERITA TERKAIT  Merapi Mengirim Peringatan Lewat Rentetan Aktivitas

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kecamatan Pabean Cantian terkait ketidakhadiran camat maupun penjelasan mengenai dasar dan mekanisme rencana penertiban yang menjadi polemik di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *