Proyek “Tambal Sulam” Abadi, Jalan di Kamal Utara Maduratek Jadi Kubangan, Warga Desak Audit Dana Anggaran!

banner 120x600

 

BANGKALAN, BUSERNASIONAL.MY.ID – Kondisi infrastruktur jalan di wilayah Kamal Utara, tepatnya di sekitar area Maduratek, Kabupaten Bangkalan, kembali menuai sorotan tajam. Pasalnya, jalan sepanjang kurang lebih 50 meter yang menjadi akses vital warga tersebut, hingga kini hanya diperbaiki dengan metode “tambal sulam” yang terbukti tidak efektif dan cepat rusak kembali.

Parahnya lagi, masalah ini bukanlah hal baru. Keluhan demi keluhan sudah berkali-kali dimuat di berbagai media massa, namun seolah hanya menjadi angin lalu bagi pihak terkait. Tidak hanya warga, Kepala Desa setempat pun dikabarkan telah berulang kali melayangkan keluhan dan koordinasi langsung kepada dinas terkait di Kabupaten Bangkalan, namun hingga detik ini, perbaikan permanen berupa pengaspalan menyeluruh tak kunjung terealisasi.

BERITA TERKAIT  Gangguan Sistem Pembangkit, PLN Jatim Berupaya Pulihkan Suplai Listrik di Surabaya, Sidoarjo, Gresik, hingga Bangkalan

Kondisi ini memicu spekulasi liar di tengah masyarakat. Banyak pihak bertanya-tanya, apakah Dinas Pekerjaan Umum atau instansi terkait sengaja “tutup mata” terhadap kondisi jalan tersebut, atau justru ada indikasi penyimpangan dalam pengelolaan anggaran?

“Sudah berkali-kali diberitakan, sudah berkali-kali ditambal, tapi hasilnya nol besar. Tidak sampai sebulan sudah rusak lagi. Ini sebenarnya ada apa? Apakah anggaran untuk 50 meter saja sudah habis atau justru ada pemotongan anggaran di tengah jalan?” ujar salah satu warga setempat dengan nada geram, Senin (22/06/2026).

Praktik tambal sulam yang dilakukan dinas terkait dinilai hanya membuang-buang anggaran negara tanpa memberikan solusi permanen. Warga mendesak agar ada transparansi mengenai alokasi dana pemeliharaan jalan di wilayah tersebut.

BERITA TERKAIT  Jelang APBN 2027, Kementerian dan Lembaga Berebut Tambahan Anggaran Puluhan Triliun, Publik Soroti Ruang Fiskal Negara

“Kami minta penegak hukum dan pihak terkait melakukan audit. Jangan sampai proyek perbaikan jalan ini hanya dijadikan bancakan oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Masyarakat sudah lelah dengan janji dan perbaikan setengah hati,” tegas warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas terkait di Kabupaten Bangkalan belum memberikan keterangan resmi terkait alasan belum dilakukannya pengaspalan permanen pada titik jalan tersebut. Tim Buser Nasional akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan mendesak pihak berwenang untuk segera memberikan tindakan konkret.

Penulis: ZQEditor: Zekki, S.M.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *