Sinergi Investasi Asing dan Lokal: Kabupaten Bangkalan Bersiap Songsong Era Baru Industri Padat Karya

banner 120x600

BANGKALAN,Busernasional.my.id — Angin segar berhembus bagi kemajuan perekonomian di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Pemerintah secara resmi telah menandatangani Strategic Cooperation Framework Agreement antara Wiraraja Madura Industrial Estate dan Guangdong (Fenyong) ASEAN Industrial Park di Jakarta pada Rabu, 5 Agustus 2026. Langkah strategis ini menandai dimulainya pengembangan kawasan industri asal Tiongkok yang dipusatkan di wilayah Kabupaten Bangkalan.

​Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menyampaikan bahwa kesepakatan ini merupakan momentum penting yang membawa optimisme besar bagi kesejahteraan masyarakat setempat, terutama dalam hal penciptaan lapangan pekerjaan secara masif. Kehadiran investor asing ini berhasil ditarik setelah pihak Pemerintah Kabupaten Bangkalan aktif melakukan pemaparan atau presentasi terkait potensi industri yang sangat menjanjikan di Bangkalan, yang kemudian dilirik oleh Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia.

​”Alhamdulillah itu disambut baik dan mendapatkan investor untuk membangun industri padat karya,” ujar Bupati Lukman Hakim saat memberikan keterangan pada Jumat, 7 Agustus 2026. Ia juga menambahkan bahwa pihak Kementerian Koordinator (Menko) sebelumnya telah turut menandatangani kerangka kerja sama serupa dengan salah satu klaster industri di Tiongkok.

 

BERITA TERKAIT  Kematian Misterius Indra Warga Banyuajuh Kamal Sekaligus Anggota LSM Madas Nusantara Sisakan Tanda Tanya Besar, Aparat Terkesan Bungkam

​Murni Pendanaan Swasta Tanpa Membebani APBD

​Lebih lanjut, pemerintah daerah memastikan bahwa proyek pembangunan industri padat karya ini sepenuhnya didukung oleh pembiayaan pihak swasta murni dan tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Rencana pembangunan tersebut meliputi berbagai sektor manufaktur strategis, seperti pabrik tekstil, pabrik plastik, pabrik cokelat, serta sektor industri penunjang lainnya.

​Guna merealisasikan megaproyek tersebut, pemerintah telah menyiapkan lahan seluas 1.000 hingga 3.000 hektare. Penyediaan kawasan luas ini diproyeksikan mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal, memberikan solusi nyata terhadap pengangguran, serta mendongkrak pertumbuhan ekonomi regional di Bangkalan dan Madura secara keseluruhan.

​”Itu semua akan membutuhkan banyak pekerja dan nantinya akan menyerap tenaga kerja lokal,” imbuhnya menegaskan komitmen keberpihakan terhadap tenaga kerja setempat.

Penulis: ZQEditor: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *