Warga Lajing Gelar Rokat Desa, Tradisi dan Kebersamaan Tetap Terjaga

banner 120x600

BANGKALAN, BuserNasional.my.id — Warga Desa Lajing, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, menggelar kegiatan Rokat Desa pada Minggu, 6 September 2026. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 17.00 WIB tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan.

Rokat Desa merupakan salah satu tradisi masyarakat yang terus dijaga dan dilestarikan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta menjaga kekompakan antarwarga.

Panitia pelaksana menyampaikan bahwa pelaksanaan Rokat Desa tidak semata-mata sebagai kegiatan rutin, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian masyarakat dalam mempertahankan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Kami selaku panitia sangat bersyukur kegiatan Rokat Desa ini dapat terlaksana dengan baik. Tujuan kami bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, kebersamaan dan gotong royong. Semoga kegiatan seperti ini tetap bisa dilaksanakan secara berkelanjutan,” ungkap panitia pelaksana.

Sementara itu, salah seorang sesepuh Desa Lajing menilai bahwa tradisi Rokat Desa memiliki nilai sosial dan budaya yang penting bagi masyarakat. Menurutnya, tradisi tersebut menjadi salah satu sarana untuk mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan budaya dan nilai kebersamaan yang telah diwariskan oleh para pendahulu.

“Tradisi ini sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Jangan sampai generasi muda hanya mengenal budaya dari cerita, tetapi tidak ikut menjaganya. Rokat Desa mengajarkan kita tentang kebersamaan, saling menghormati dan menjaga hubungan baik antarsesama,” tutur sesepuh desa.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Muksen selaku Kepala Desa Lajing. Kehadiran pemerintah desa bersama masyarakat menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan kemasyarakatan sekaligus upaya mempertahankan nilai-nilai kebersamaan yang tumbuh di tengah warga.

BERITA TERKAIT  Janji Manis Kadishub dan Dewan Nurhakim Terkait Eks Terminal Kamal Hanya "Omon-Omon", Bongkaran Mangkrak dan Dikeluhkan Warga

Kepala Desa Lajing, Muksen, menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kami dari Pemerintah Desa Lajing sangat mengapresiasi kebersamaan masyarakat dalam kegiatan Rokat Desa ini. Tradisi seperti ini merupakan bagian dari kekayaan budaya masyarakat yang perlu kita jaga bersama. Pemerintah desa tentu mendukung kegiatan positif yang dapat mempererat silaturahmi dan kerukunan warga,” ujar Muksen.

Menurutnya, menjaga tradisi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa maupun tokoh masyarakat, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga.

“Yang paling penting adalah kebersamaan. Selama masyarakat masih mau bergotong royong dan menjaga tradisi dengan baik, insyaallah hubungan antarwarga akan semakin kuat. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan generasi muda ikut mengambil bagian,” tambahnya.

Sejak kegiatan dimulai pada sore hari, warga tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai. Suasana kekeluargaan terlihat dari keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut.

BERITA TERKAIT  Kebakaran Lahan Kosong di Jalan Halim Perdanakusuma Bangkalan, Petugas Damkar Sigap Padamkan Api

Rokat Desa juga menjadi ruang bagi warga untuk mempererat komunikasi dan menjaga hubungan sosial. Momentum berkumpul bersama tersebut diharapkan dapat terus membangun rasa persaudaraan serta kepedulian terhadap lingkungan sosial di Desa Lajing.

Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, masyarakat Desa Lajing berharap Rokat Desa dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari tradisi lokal sekaligus menjadi sarana memperkuat persatuan masyarakat.

Kegiatan berlangsung hingga selesai dalam keadaan tertib, aman dan penuh suasana kekeluargaan. Tradisi terjaga, silaturahmi semakin erat, dan kebersamaan warga Desa Lajing tetap menjadi kekuatan utama dalam kehidupan bermasyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *