BANGKALAN, BUSERNASIONAL— Publik Bangkalan, khususnya warga sekitar eks Terminal Kamal, kembali dibuat kecewa oleh komitmen para pejabat daerah. Janji Dinas Perhubungan (Dishub) bersama anggota DPRD Bangkalan, Nurhakim, yang mendesak pembongkaran eks Terminal Kamal bulan lalu kini dipertanyakan.
Pasalnya, dalam sosialisasi yang digelar sebelumnya, mereka berjanji bahwa proses pembongkaran akan dirampungkan dalam waktu tiga hari setelah sosialisasi selesai. Tidak hanya itu, mereka juga menjanjikan pembangunan kembali kawasan tersebut dalam kurun waktu satu bulan ke depan.
Namun, realisasi di lapangan jauh dari kata memuaskan. Sumpah serapah dan janji pembangunan satu bulan tersebut dinilai masyarakat hanya sekadar “omon-omon” belaka. Pantauan di lokasi kejadian (TKP) menunjukkan sisa-sisa material pembongkaran masih berserakan begitu saja tanpa ada tanda-tanda pembersihan maupun proses pembangunan yang dijanjikan.
Kondisi ini memicu tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Warga menagih ketegasan dan tanggung jawab moral dari Kadishub dan Nurhakim yang kemarin sangat bernafsu mendesak agar kawasan tersebut segera dibongkar.
“Dulu mereka mendesak warga dan pedagang agar pembongkaran segera dilakukan dengan dalih akan langsung dibangun dalam waktu sebulan. Faktanya sekarang terbengkalai, puing-puing berserakan, dan tidak ada aktivitas pembangunan sama sekali. Ini jelas pembohongan publik,” ujar salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (5/9/2026).
Masyarakat mendesak agar Kadishub Bangkalan dan Nurhakim segera turun tangan langsung ke lapangan untuk memberikan klarifikasi terbuka. Warga tidak ingin alasan klasik kembali dilontarkan sementara kawasan eks Terminal Kamal dibiarkan kumuh dan terbengkalai.














