Polres Bangkalan Redam Potensi Konflik Antar Pemuda, Kesalahpahaman Berujung Damai

banner 120x600

BANGKALAN Busernasinal.my.id — Kepolisian Resor (Polres) Bangkalan berhasil meredam potensi konflik antar kelompok pemuda yang terjadi di Jalan Raya Hasyim Asy’ari, Kelurahan Pangeranan, Kecamatan/Kabupaten Bangkalan, Senin malam (17/8/2026).

Peristiwa tersebut melibatkan pemuda dari Kampung Kranan dan Kampung Kejawan. Pertikaian dipicu insiden kecelakaan lalu lintas berupa senggolan antara pengendara sepeda motor dan sepeda listrik, yang kemudian berkembang menjadi kesalahpahaman.

Kasihumas Polres Bangkalan, IPDA Agung Intama, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Menurutnya, kecelakaan terjadi sekitar pukul 21.20 WIB. Insiden melibatkan pengendara sepeda motor berinisial AR, warga Kampung Kejawan, dengan pengendara sepeda listrik berinisial SD, warga Kampung Kranan.

Keduanya sempat terjatuh setelah terjadi senggolan. Situasi kemudian memanas setelah muncul adu mulut akibat ucapan yang dinilai tidak pantas.

BERITA TERKAIT  Gamaliel Raymond: Momentum HUT RI ke-81 Harus Jadi Semangat Bersama Menjaga Lingkungan Kota Malang

“Setelah terjadi senggolan, berawal dari adanya cekcok di mana ada pihak yang mengeluarkan kata-kata tidak pantas hingga memicu emosi kerabat dari salah satu pengendara yang terlibat kecelakaan,” jelas IPDA Agung.

Situasi semakin ramai setelah sejumlah warga berdatangan ke lokasi. Namun, potensi konflik berhasil dicegah berkat kesigapan personel kepolisian yang saat itu tengah melaksanakan patroli di wilayah tersebut.

Pada saat bersamaan, kendaraan patroli milik Pamapta Polres Bangkalan melintas di lokasi. Petugas langsung mengamankan situasi dan mengarahkan kedua belah pihak untuk menempuh jalur mediasi.

Proses mediasi kemudian dilakukan di rumah salah satu tokoh masyarakat Kampung Kranan. Mediasi dipimpin Pamapta Polres Bangkalan IPDA Rio, dengan didampingi Unit Resmob Satreskrim, Satintelkam, piket fungsi Polres Bangkalan, serta tokoh masyarakat dan perwakilan pemuda dari kedua pihak.

BERITA TERKAIT  Semarakan Karnaval Budaya Sumberejo Bersatu, Pemuda Mulyosari (MBAREK GANK) Usung Tema Dayak Bungsu Rusa

Hasilnya, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara damai dan kekeluargaan.

“Dalam mediasi tersebut, terjadi kesepakatan damai. Kedua belah pihak menyadari bahwa peristiwa ini murni karena salah paham dan menyepakati penyelesaian secara kekeluargaan tanpa menempuh jalur hukum,” tegas IPDA Agung.

Langkah cepat aparat kepolisian tersebut dinilai berhasil mencegah persoalan kecil berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Polisi juga mengedepankan pendekatan persuasif dan mediasi untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

BuserNasional — Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kesalahpahaman akibat kecelakaan di jalan dapat memicu emosi apabila tidak segera diselesaikan dengan kepala dingin. Kehadiran aparat dan peran tokoh masyarakat menjadi kunci agar persoalan tidak melebar menjadi konflik antarkelompok.

Penulis: ZQEditor: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *