SURABAYA, BUSERNASIONAL.MY.ID – Situasi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, memanas saat ratusan massa aksi yang tergabung dalam Front Anti Kapitalisme menggelar unjuk rasa pada Kamis malam. Aksi yang awalnya berlangsung sebagai penyampaian aspirasi berubah ricuh setelah sejumlah peserta aksi diduga melakukan tindakan anarkis.

Berdasarkan informasi yang beredar di lokasi, kericuhan mulai terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Massa disebut melempar berbagai benda ke arah aparat keamanan yang berjaga di sekitar area Grahadi. Lemparan berupa batu, pecahan kaca, petasan, hingga benda keras lainnya memicu ketegangan antara demonstran dan petugas pengamanan.
Selain itu, massa juga dilaporkan meneriakkan berbagai slogan dan yel-yel bernada keras kepada aparat kepolisian. Dalam situasi yang semakin tidak kondusif, sebagian peserta aksi diduga merusak pagar pembatas di area depan Grahadi dan menggunakan potongan besi pagar tersebut untuk dilemparkan ke arah petugas.
Aparat gabungan yang telah disiagakan sejak awal aksi berupaya mengendalikan situasi guna mencegah kerusuhan meluas. Pengamanan diperketat di sejumlah titik strategis di sekitar kawasan Grahadi untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait jumlah korban maupun kerugian akibat insiden tersebut. Pihak berwenang masih melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan tindakan perusakan serta pelanggaran hukum yang terjadi selama aksi berlangsung.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi guna menghindari penyebaran berita yang tidak akurat.














