SUMENEP — Gerakan Pemuda Sumenep (GERPAS) meminta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman turun ke Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, untuk memeriksa pelaksanaan program Irigasi Perpompaan (IRPOM). (18/09/26)
Desakan itu muncul setelah GERPAS mengklaim menemukan dugaan ketidaksesuaian persyaratan teknis dalam pelaksanaan IRPOM di Kecamatan Lenteng dan Ganding.
Temuan tersebut sebelumnya telah dibawa GERPAS dalam audiensi dengan Ketua Tim Kerja (Katimker) Penyuluh Pertanian Kabupaten Sumenep, Dewo Ringgih, pada 15 September 2026.
Namun, menurut GERPAS, audiensi itu belum menjawab pertanyaan mengenai proses verifikasi, penentuan lokasi, dan pihak yang bertanggung jawab terhadap data calon penerima program.
Ketua GERPAS Sanjani mengatakan persoalan tersebut semestinya menjadi perhatian Kementerian Pertanian karena penyuluh pertanian berada dalam struktur kementerian.
“Kami minta Pak Andi Amran Sulaiman, Kementan RI, turun ke Sumenep dan meninjau langsung seluruh titik program IRPOM di Kabupaten Sumenep,” kata Sanjani kepada media ini.
Persoalan Berawal dari Lenteng dan Ganding, GERPAS menyebut dugaan persoalan bermula dari investigasi lapangan terhadap program IRPOM di Kecamatan Lenteng dan Ganding.
Mereka mempertanyakan dugaan ketidaksesuaian data dengan kondisi faktual di lapangan. GERPAS juga menuding terdapat dugaan manipulasi data dalam proses verifikasi teknis pada salah satu penerima program irpom.
Dalam audiensi dengan Katimker Penyuluh Pertanian Sumenep, GERPAS meminta penjelasan mengenai siapa yang melakukan verifikasi, siapa yang menentukan kelayakan lokasi, serta siapa yang bertanggung jawab terhadap data yang digunakan sebagai dasar program.
Menurut Sanjani, jawaban yang diperoleh belum memberikan kejelasan mengenai rantai pertanggungjawaban tersebut. Ia juga mempersoalkan penjelasan Dewo Ringgih yang, menurut GERPAS, mengarahkan persoalan kinerja Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kepada Dinas Pertanian Kabupaten Sumenep.
“Kami mempertanyakan bagaimana sebenarnya struktur dan tanggung jawab penyuluh dalam persoalan ini. Jangan sampai ketika muncul masalah, tanggung jawab justru berpindah-pindah,” ujar Sanjani.
GERPAS meminta Kementerian Pertanian mengevaluasi kinerja penyuluh pertanian di Sumenep, terutama yang berkaitan dengan program IRPOM di Lenteng dan Ganding.
Sanjani mengatakan evaluasi juga perlu dilakukan terhadap pejabat yang memiliki fungsi koordinasi dan pengawasan penyuluhan.
“Pak Amran harus tahu bagaimana kinerja bawahannya yang kami duga telah melakukan kecurangan dengan memanipulasi data syarat teknis penerima IRPOM,” katanya.
Ia meminta dugaan tersebut tidak berhenti sebagai polemik antara aktivis dan pejabat di tingkat kabupaten. Menurut Sanjani, Kementerian Pertanian perlu turun langsung memeriksa dokumen dan kondisi lapangan untuk memastikan apakah data yang digunakan dalam penetapan penerima dan lokasi IRPOM sesuai dengan ketentuan.
Aktivis GERPAS menyatakan tidak akan berhenti pada audiensi dengan Katimker. Mereka mengaku sedang menyiapkan audit investigatif terhadap pelaksanaan program IRPOM di seluruh Kabupaten Sumenep.
Sanjani mengatakan timnya akan menelusuri proses program mulai dari pengusulan lokasi, verifikasi data, penetapan penerima, hingga pelaksanaan fisik di lapangan.
“Gerpas bersama seluruh tim akan melakukan audit investigatif terhadap program IRPOM se-Kabupaten Sumenep,” katanya.
Ia juga menyebut timnya menerima informasi mengenai dugaan tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan program tersebut. Namun, dugaan korupsi itu belum dibuktikan melalui proses penegakan hukum.
Karena itu, GERPAS meminta Kementerian Pertanian membuka ruang pemeriksaan terhadap data dan dokumen program.
“Kalau memang semuanya sesuai aturan, kami meminta dibuktikan dengan data dan dokumen. Kami ingin persoalan ini terang,” ujar Sanjani.
Bagi GERPAS, pemeriksaan lapangan menjadi penting untuk menguji apakah persoalan yang mereka temukan merupakan kesalahan administratif, ketidaksesuaian teknis, atau pelanggaran yang memiliki konsekuensi hukum.
Mereka berharap Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tidak hanya menerima laporan administratif dari bawahannya, tetapi melihat langsung pelaksanaan IRPOM di Sumenep terutama Kecamatan Lenteng dan Ganding.













