Car Free Day Salatiga Bangun Ruang Publik Sehat

banner 120x600

SALATIGA – Ribuan warga memadati sepanjang Jalan Diponegoro, Kota Salatiga, Minggu pagi (19/7), untuk mengikuti peluncuran Car Free Day (CFD) yang diresmikan Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG. Kegiatan perdana ini menjadi momentum penting menghadirkan ruang publik yang sehat, ramah lingkungan, sekaligus mendorong gaya hidup aktif, pertumbuhan ekonomi lokal, dan penguatan interaksi sosial masyarakat lintas kalangan.

Peluncuran Car Free Day berlangsung semarak sejak pagi. Jalan Diponegoro yang biasanya dipadati kendaraan bermotor berubah menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk berolahraga, bersosialisasi, dan menikmati berbagai aktivitas yang diselenggarakan Pemerintah Kota Salatiga bersama berbagai komunitas.

Antusiasme masyarakat terlihat dari ribuan peserta yang mengikuti senam bersama, fun bike, dan color run. Beragam kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa hingga lanjut usia, memanfaatkan kesempatan tersebut untuk beraktivitas fisik dalam suasana yang aman, nyaman, dan bebas polusi kendaraan.

Tidak hanya berfokus pada olahraga, Car Free Day juga menghadirkan berbagai layanan publik yang dapat diakses masyarakat secara gratis. Pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu layanan yang paling diminati sebagai bentuk edukasi sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kondisi kesehatan melalui deteksi dini.

Suasana semakin meriah dengan hadirnya berbagai perlombaan dan pertunjukan yang melibatkan komunitas olahraga, seni, dan budaya. Di antaranya lomba Senam Tera, Senam FOKBI, Senam AKSI, kontes display sepeda, DJ Challenge, dance competition, fashion parade, baris kreasi, hingga penampilan grup musik yang menghibur pengunjung sepanjang kegiatan berlangsung.

BERITA TERKAIT  Janji Manis HRD PT Ben Santoso Hanya Isapan Jempol, Saluran Drainase di Kampung Baru Tambak Masih Tersumbat!

Di sisi lain, bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi daya tarik tersendiri. Puluhan pelaku usaha lokal memanfaatkan tingginya jumlah pengunjung untuk memasarkan berbagai produk unggulan, mulai dari kuliner khas, fesyen, hingga kerajinan tangan. Kehadiran bazar tersebut tidak hanya menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi media promosi bagi produk-produk lokal Salatiga.

Asisten Deputi Olahraga Masyarakat Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Dr. Yuslan, S.T., M.T., yang turut menghadiri kegiatan tersebut memberikan apresiasi atas terselenggaranya Car Free Day di Kota Salatiga. Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap program GEMAR (Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar) yang diinisiasi Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Ia menjelaskan bahwa budaya hidup aktif perlu terus didorong melalui penyediaan ruang publik yang mampu mengajak masyarakat bergerak bersama. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin diyakini mampu meningkatkan kebugaran sekaligus mengurangi risiko berbagai penyakit tidak menular yang kini semakin banyak dialami masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., mengatakan peluncuran Car Free Day menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Salatiga ke-1.276. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan upaya menghadirkan ruang bersama yang dapat dimanfaatkan seluruh masyarakat.

BERITA TERKAIT  Janji Manis HRD PT Ben Santoso Hanya Isapan Jempol, Saluran Drainase di Kampung Baru Tambak Masih Tersumbat!

“Car Free Day ini menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk berolahraga, bersosialisasi, sekaligus menikmati berbagai kegiatan positif. Semoga ke depan CFD dapat terus menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat Salatiga,” ujarnya.

Robby menegaskan, keberadaan Car Free Day diharapkan mampu memperkuat budaya hidup sehat sekaligus membangun kebersamaan antarwarga. Jalan yang biasanya didominasi kendaraan bermotor untuk sementara dialihkan fungsinya menjadi ruang interaksi sosial yang lebih ramah bagi pejalan kaki, pesepeda, komunitas olahraga, keluarga, maupun pelaku ekonomi kreatif.

Menurutnya, kota yang baik bukan hanya ditandai dengan pembangunan fisik yang terus berkembang, tetapi juga kemampuan menyediakan ruang publik yang aman, nyaman, dan mudah diakses seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kota Salatiga berkomitmen menjadikan Car Free Day sebagai kegiatan yang berkelanjutan.

Pelaksanaan perdana yang mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat menjadi indikator bahwa kebutuhan terhadap ruang publik berkualitas di Kota Salatiga cukup tinggi. Kehadiran ribuan warga sejak pagi menunjukkan masyarakat membutuhkan ruang untuk berolahraga, berinteraksi, berekreasi, sekaligus menikmati lingkungan perkotaan yang lebih bersih dan sehat.

Selain memberikan manfaat sosial, kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang positif. Meningkatnya jumlah pengunjung membuka peluang lebih besar bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan, memperluas jaringan pemasaran, serta memperkenalkan produk unggulan daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

BERITA TERKAIT  Janji Manis HRD PT Ben Santoso Hanya Isapan Jempol, Saluran Drainase di Kampung Baru Tambak Masih Tersumbat!

Ke depan, Pemerintah Kota Salatiga berharap Car Free Day dapat terselenggara secara rutin dengan menghadirkan program-program yang semakin variatif dan inovatif. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, institusi pendidikan, dan masyarakat menjadi kunci agar kegiatan ini terus berkembang sebagai ruang publik yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

Melalui Car Free Day, Pemerintah Kota Salatiga tidak hanya mengajak masyarakat membiasakan hidup sehat melalui aktivitas fisik, tetapi juga membangun budaya kebersamaan, memperkuat perekonomian lokal, memperluas ruang kreativitas komunitas, serta menciptakan wajah kota yang semakin humanis, sehat, dan berorientasi pada kualitas hidup warganya.

Penulis: Taufan Hidayat koms IJWEditor: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *