Viral! Terbaring Lemas Seorang Diri, Heri Sutrisno Warga Bandaran Akhirnya Dirawat di RSUD Smart Pamekasan

banner 120x600

PAMEKASAN (BuserNasional) — Kondisi Heri Sutrisno, warga Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, menjadi perhatian publik setelah video yang memperlihatkan dirinya terbaring lemas seorang diri di rumah viral di media sosial.

Dalam video berdurasi sekitar 1 menit 24 detik tersebut, perekam menyebut Heri yang diketahui memiliki riwayat penyakit stroke sempat dibawa ke Puskesmas Bandaran ketika kondisinya kambuh. Namun, Heri kemudian kembali ke rumah dan disebut tidak mendapatkan pelayanan rawat inap.

“Saya melaporkan warga Bandaran atas nama Heri Sutrisno, warga miskin punya penyakit stroke, kumat. Ternyata tadi masuk rumah sakit tapi tidak dilayani sama Puskesmas Bandaran,” ujar perekam dalam video tersebut.

Kondisi Heri yang hanya bisa terbaring lemas di kamar rumahnya kemudian direkam dan disebarluaskan. Dalam narasi video, kondisi tersebut dikaitkan dengan kartu BPJS Kesehatan Heri yang disebut sedang terblokir.

Informasi tersebut kemudian dibenarkan Fajar, tetangga Heri. Ia mengatakan Heri memang baru-baru ini mengalami stroke dan saat ini penyakitnya kembali kambuh.

“Video itu benar. Baru-baru ini dia stroke, saat ini kambuh,” kata Fajar.

BERITA TERKAIT  Kepemimpinan Baru di Puskesmas Kamal: Ida Bagus Hanafi Resmi Emban Amanah, Redaksi Buser Nasional Sampaikan Apresiasi dan Dukungan Sinergi

Hidup Seorang Diri

Fajar juga mengungkap kondisi sosial Heri yang membuat persoalan tersebut semakin mendapat perhatian. Setelah bercerai dengan istrinya, Heri disebut tinggal seorang diri di rumah.

Kedua anaknya saat ini berada di pesantren. Sementara kedua orang tua Heri telah meninggal dunia dan tidak ada saudara yang tinggal bersamanya.

“Kemungkinan, pasien minta pelayanan rawat inap karena kondisinya harus dirawat di rumah sakit,” ujar Fajar.

Kondisi Heri yang tinggal seorang diri membuat perhatian publik semakin tertuju pada kebutuhan pelayanan kesehatan dan pendampingan terhadap warga yang sedang sakit dan berada dalam kondisi rentan.

Akhirnya Mendapat Perawatan di RSUD Smart

Setelah video tersebut viral dan menjadi perhatian publik, Heri akhirnya mendapatkan perawatan di RSUD Smart Pamekasan.

Wakil Bupati Pamekasan Sukrianto juga disebut merespons persoalan tersebut pada Selasa malam.

Namun, di tengah sorotan publik, pihak Puskesmas Bandaran memberikan klarifikasi dan membantah adanya penolakan terhadap Heri.

Kepala Puskesmas Bandaran, dr. Nur Aini, menjelaskan bahwa Heri tetap mendapatkan pelayanan ketika datang ke Puskesmas. Menurutnya, petugas terlebih dahulu menangani kondisi kedaruratan pasien sebelum menanyakan identitas dan kepesertaan asuransi.

BERITA TERKAIT  Kuwu Desa Sagara Diduga Alergi Pers, Bungkam Soal Pungli Bansos Rp35 Ribu/KPM

“Saya memang tidak menanyakan BPJS-nya dulu. Kita tanyakan keluhannya. Kita berikan kedaruratannya, dipasang oksigen, diinfus. Setelah itu, baru kita tanya nama, alamat dan asuransinya,” jelas Nur Aini.

Puskesmas: Bukan Ditolak, Tetapi Tempat Tidur Penuh

Nur Aini mengatakan Heri memang meminta pelayanan rawat inap. Namun, berdasarkan penilaian pihak Puskesmas, pasien saat itu diputuskan mendapatkan pelayanan rawat jalan karena kondisinya dinilai masih dapat ditangani dengan pelayanan tersebut.

Selain itu, keterbatasan kapasitas tempat tidur juga menjadi persoalan.

“Kami hanya 10 bed (tempat tidur). Saat itu, sedang penuh bahkan full, overload. Sementara masih ada dua pasien yang menunggu untuk rawat inap. Pak Heri adalah pasien ketiga,” ungkapnya.

Dengan demikian, terdapat dua versi mengenai peristiwa tersebut. Video yang beredar memunculkan persepsi bahwa Heri tidak mendapatkan pelayanan, sementara pihak Puskesmas menyatakan Heri tetap mendapat penanganan medis dan keputusan rawat jalan dilakukan karena pertimbangan kondisi pasien serta keterbatasan kapasitas tempat tidur.

BERITA TERKAIT  Wabup Bangkalan Fauzan Ja’far Turun Gunung, Evaluasi Layanan Kesehatan dan Bagikan Susu untuk Balita Stunting di Puskesmas Tanah Merah

Kini Heri telah mendapatkan perawatan di RSUD Smart Pamekasan setelah kasus tersebut viral dan mendapat perhatian pemerintah daerah.

Kasus ini sekaligus menjadi sorotan mengenai pentingnya akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, terutama warga yang tinggal seorang diri dan berada dalam kondisi rentan.

BuserNasional — Mengawal Informasi, Menyuarakan Kepentingan Masyarakat.

Penulis: Redaksi Editor: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *