Dari Desa untuk Pasar Lebih Luas, Mahasiswa UTM Dampingi Pengembangan UMKM Petis Klampis Barat

banner 120x600

 

 

BANGKALAN, BUSERNASIONAL.MY.ID – Potensi petis sebagai produk usaha masyarakat di Desa Klampis Barat, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, terus mendapat dorongan untuk berkembang. Kali ini, mahasiswa bersama tim pengabdian Universitas Trunojoyo Madura (UTM) ikut turun langsung mendampingi pelaku UMKM agar mampu mengembangkan usaha secara lebih adaptif.

Pendampingan yang berlangsung Senin (31/8/2026) tersebut menjadi bagian dari Program Pengabdian Mandiri LPPM UTM. Kegiatan diarahkan untuk membantu pelaku UMKM melihat peluang pengembangan usaha dari berbagai sisi, mulai dari tata kelola bisnis hingga strategi memperkenalkan produk kepada konsumen.

Tidak hanya membahas bagaimana produk dibuat, pendampingan juga mengajak pelaku usaha memahami pentingnya memiliki perencanaan usaha, melakukan inovasi dan membangun identitas produk.

Tim pengabdian terdiri dari Dr. Netty Dyah Kurniasari, S.Sos., M.Med.Kom., Dr. Hj. Iriani Ismai, Dra., M.Ml., dan Dr. Banun Diyah Probowati, STP., M.S. Dalam pelaksanaannya, tim juga melibatkan mahasiswa, di antaranya Muhammad Albi Putra Pratama dan tim.

Program tersebut mengangkat tema “Penguatan UMKM Petis di Desa Binaan Klampis Barat melalui Manajemen Usaha, Inovasi Produk, dan Digital Branding untuk Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing Lokal.”

BERITA TERKAIT  Respons Cepat Laporan Warga, Polisi Bongkar Sarana Diduga Arena Sabung Ayam di Sumberpucung

Kehadiran tim UTM mendapat dukungan dari Klebun Klampis Barat, Hj. Ulfatin Anisah. Dukungan pemerintah desa dinilai penting agar pengembangan potensi usaha masyarakat dapat berjalan beriringan dengan pendampingan dari perguruan tinggi.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah perubahan pola pemasaran. Di tengah semakin berkembangnya perdagangan berbasis digital, pelaku UMKM dituntut tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga mampu memperkenalkan produknya secara menarik.

Karena itu, digital branding menjadi salah satu materi utama. Pelaku usaha diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun citra dan identitas produk serta memanfaatkan media digital untuk menjangkau calon konsumen.

Langkah tersebut membuka peluang bagi produk petis Klampis Barat untuk tidak hanya bergantung pada pasar sekitar. Dengan strategi promosi yang tepat, produk lokal memiliki kesempatan untuk dikenal oleh konsumen dari wilayah yang lebih luas.

BERITA TERKAIT  Antrean Panjang BBM di SPBU Kamal, Penanggung Jawab Pastikan Tidak Ada Permainan Internal

Selain pemasaran, pengembangan produk juga menjadi bagian dari pendampingan. Inovasi dinilai diperlukan agar produk mampu mengikuti perkembangan selera konsumen dan memiliki keunggulan ketika berhadapan dengan persaingan.

Dr. Netty Dyah Kurniasari mengatakan bahwa keberlanjutan UMKM membutuhkan penguatan dari berbagai aspek.

“UMKM tidak hanya membutuhkan kemampuan produksi, tetapi juga manajemen usaha, inovasi produk dan digital branding. Semua aspek tersebut saling berkaitan dalam membangun nilai tambah serta meningkatkan daya saing produk lokal,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, pelaku UMKM juga diberi kesempatan menyampaikan pengalaman dan kendala yang mereka hadapi selama menjalankan usaha. Diskusi tersebut menjadi bagian dari proses pendampingan untuk mengetahui kebutuhan pelaku usaha secara langsung.

Melalui pola pendampingan tersebut, UTM berharap pelaku UMKM petis di Klampis Barat semakin siap menghadapi perubahan pasar. Penguatan kapasitas usaha diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas sekaligus memperluas peluang pemasaran.

Bagi UTM, kegiatan pengabdian ini bukan sekadar transfer pengetahuan. Keterlibatan mahasiswa dan tim akademik di tengah masyarakat menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam membantu mengembangkan potensi ekonomi desa.

BERITA TERKAIT  Viral Aksi Mesum Sejoli di Taman Singha Merjosari Kota Malang Bikin Resah, DLH Bakal Perketat Pengawasan

Dengan pengelolaan yang lebih baik, inovasi yang berkelanjutan dan pemanfaatan media digital, produk petis Klampis Barat diharapkan mampu memiliki nilai tambah serta menjadi salah satu potensi produk lokal yang semakin dikenal dari Madura.

Penulis: HfEditor: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *