BANGKALAN, BuserNasional – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) akan menggelar Rapat Senat Terbuka dan Orasi Kebangsaan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan akademik sekaligus momentum penguatan wawasan kebangsaan bagi sivitas akademika dan mahasiswa baru.

Kegiatan yang mengusung tema “Ekosistem Pendidikan Tinggi dan Tantangan Teknologi Cerdas untuk Kampus Berdampak” tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 10 Agustus 2026, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai, bertempat di Gedung Pertemuan R.P. Mohammad Noer, Universitas Trunojoyo Madura.
Agenda tersebut juga menjadi bagian dari Program Kenal Kampus Mahasiswa Baru Universitas Trunojoyo Madura Tahun 2026 sekaligus Penutupan Dies Natalis UTM ke-XXV.
Tidak sekadar seremoni kampus, kegiatan ini menghadirkan sejumlah figur dengan latar belakang berbeda untuk memberikan perspektif mengenai pendidikan, kebangsaan, dunia usaha, serta kebudayaan.
Tiga tokoh yang dijadwalkan hadir sebagai narasumber/pengisi kegiatan yakni H. Lalu Hadrian Irfani, S.T., M.Si., Wakil Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI); H. Khairul Umam, Chief Executive Officer (CEO) PT Bawang Mas Group; serta KH. D. Zawawi Imron, budayawan Madura.
Tema yang diangkat dinilai relevan dengan tantangan perguruan tinggi saat ini, terutama di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin cepat. Perguruan tinggi dituntut tidak hanya mencetak lulusan berkompeten, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Rapat senat terbuka tersebut diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus membuka wawasan mahasiswa baru mengenai posisi perguruan tinggi dalam menghadapi perubahan zaman.
“Ekosistem pendidikan tinggi dan tantangan teknologi cerdas untuk kampus berdampak” menjadi pesan utama agar perkembangan teknologi tidak hanya dimaknai sebagai kemajuan digital, tetapi juga harus diarahkan untuk memperkuat kualitas pendidikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan menghadirkan unsur legislatif, dunia usaha, dan budayawan, forum tersebut diharapkan mampu mempertemukan berbagai perspektif dalam membangun generasi muda Madura yang berpendidikan, berkarakter, adaptif terhadap teknologi, sekaligus tetap memiliki akar budaya dan wawasan kebangsaan.














