BANGKALAN, BUSERNASIONAL.MY.ID – Skandal dugaan penyelewengan Bantuan Pangan (Bapang) di Desa Ketetang, Kecamatan Kwanyar, kian memanas. Upaya sistematis untuk membungkam suara kebenaran tercium publik setelah Ketua Aliansi Pejuang Keadilan Bangkalan (APKB), Hs T, secara terbuka mengaku hendak “disuap” melalui lobi-lobi bawah tangan oleh oknum yang diduga kuat terlibat dalam kasus ini.

Dalam pernyataan resminya, Hs T dengan tegas menolak segala bentuk pendekatan yang bersifat kompromistis. Ia menegaskan bahwa langkah APKB untuk mengawal hak-hak warga Ketetang tidak bisa ditawar dengan iming-iming apa pun.
”Memang ada upaya dari pihak tertentu untuk menemui saya, dengan agenda yang mengarah pada pendekatan agar APKB menghentikan pengawalan kasus ini. Tapi saya tegaskan, saya tolak mentah-mentah!” ujar Hs T dengan nada geram, Minggu (9/8/2024).
Menurut aktivis vokal ini, oknum yang berupaya melobi dirinya bukanlah orang sembarangan. Ia santer disebut-sebut sebagai pihak yang memiliki keterkaitan langsung atau tidak langsung dengan karut-marut penyaluran beras dan minyak di Desa Ketetang.
Benteng Terakhir Warga Ketetang
Sikap tegas Hs T ini bak oase di padang pasir bagi warga Desa Ketetang yang selama ini merasa hak-haknya dikebiri. Dugaan pemotongan jatah bantuan pangan oleh oknum perangkat desa atau pihak terkait telah lama menjadi rahasia umum, namun minim tindakan.
”APKB tidak bekerja berdasarkan kepentingan pribadi, apalagi tekanan dari oknum-oknum yang panik karena boroknya akan terbongkar. Kami bekerja murni untuk memperjuangkan hak masyarakat yang dirampas. Ini soal keadilan, bukan soal tawar-menawar,” tandasnya.
Pria yang dikenal garang menyuarakan aspirasi rakyat kecil ini memastikan, lembaganya tidak akan gentar sedikitpun meski berhadapan dengan pihak-pihak yang memiliki kekuasaan atau pengaruh.
Desak Aparat Penegak Hukum Bertindak
Lebih jauh, Hs T mendesak pihak kepolisian dan instansi terkait di Kabupaten Bangkalan untuk tidak tinggal diam. Pengakuan adanya upaya lobi ini seharusnya menjadi pintu masuk bagi aparat untuk mengembangkan penyidikan.
”Kalau berani melobi saya, berarti ada sesuatu yang disembunyikan dan mereka takut kasus ini terbongkar secara terang benderang. Saya meminta aparat penegak hukum segera memanggil dan memeriksa oknum-oknum yang mencoba menghalangi proses pencarian keadilan ini,” desaknya.
APKB, lanjut Hs T, akan terus membuka ruang bagi warga Ketetang yang ingin memberikan kesaksian maupun bukti tambahan. Pengawalan kasus ini akan terus dilakukan hingga tuntas, sampai oknum-oknum yang bermain di atas penderitaan rakyat diseret ke meja hijau.
”Kami berdiri bersama warga Ketetang. Tidak ada kata mundur. Keadilan harus ditegakkan, dan hak rakyat harus dikembalikan seutuhnya!” tutupnya. (Red/Tim)














