Massa Aksi Ricuh di Depan Grahadi, Polisi Lakukan Pembubaran dan Penangkapan

banner 120x600

SURABAYA | BUSERNASIONAL.MY.ID – Situasi di sekitar Gedung Negara Grahadi Surabaya memanas pada Jumat malam (26/6/2026) setelah aksi unjuk rasa yang berlangsung di kawasan Jalan Gubernur Suryo berujung ricuh. Aparat kepolisian terpaksa melakukan langkah tegas untuk membubarkan massa yang masih bertahan di lokasi.


Berdasarkan pantauan di lapangan, kendaraan taktis dan barisan aparat kepolisian mulai bergerak menuju titik konsentrasi massa di sisi timur Gedung Negara Grahadi sekitar pukul 19.08 WIB. Langkah tersebut dilakukan setelah terjadi aksi pelemparan yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum tidak dikenal ke arah petugas pengamanan.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, yang berada langsung di lokasi, berulang kali memberikan imbauan kepada peserta aksi agar segera membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing demi menjaga keselamatan bersama.
“Silakan kembali ke rumah masing-masing. Jangan sampai terkena lemparan dan hal-hal yang tidak diinginkan,” imbau Kapolrestabes melalui pengeras suara di lokasi.
Meski telah beberapa kali diberikan peringatan, sebagian massa tetap bertahan dan aksi pelemparan dilaporkan masih terjadi. Kondisi tersebut membuat aparat melakukan tindakan pendorongan untuk memukul mundur massa hingga ke kawasan persimpangan air mancur dekat Balai Pemuda Surabaya.
Namun situasi belum sepenuhnya kondusif. Hingga sekitar pukul 19.26 WIB, aparat mulai mengamankan sejumlah peserta aksi yang dinilai mengganggu ketertiban umum dan tidak mengindahkan imbauan petugas.
Dari informasi yang dihimpun, sedikitnya hampir 10 orang diamankan dan dibawa ke area Gedung Grahadi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Salah satu peserta aksi yang diamankan juga dilaporkan mengalami luka di bagian dahi.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik mengingat Gedung Negara Grahadi merupakan salah satu objek vital pemerintahan di Jawa Timur. Aparat keamanan terus mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban serta tidak terprovokasi oleh tindakan yang dapat memperkeruh suasana.

BERITA TERKAIT  DINDING TEBAL DI MADURA: Saat Pidato Tanpa Teks Presiden Prabowo ‘Disterilkan’ dari Kamera Media
Penulis: ZQEditor: Zekki, S.M.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *