MALANG – Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., bersama istri sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Malang, Hj. Anis Zaidah, menghadiri sekaligus membuka secara resmi Kirab Budaya dalam rangka Bersih Desa Sumberporong, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Minggu (09/08/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai siang hingga sore hari tersebut dipusatkan dari depan Balai Desa Sumberporong. Suasana semakin semarak dengan keikutsertaan sebanyak 17 kontingen yang berasal dari 17 Rukun Warga (RW) se-Desa Sumberporong.
Masing-masing kontingen menampilkan berbagai kreativitas dan potensi budaya masyarakat. Kirab tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk melestarikan kearifan lokal sekaligus mengenalkan keberagaman budaya Nusantara kepada generasi muda.
Bupati Malang yang akrab disapa Abah Sanusi hadir didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar, M.Si., serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang.
Dalam sambutannya, Abah Sanusi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Sumberporong dan seluruh masyarakat yang telah menyelenggarakan Kirab Budaya sebagai bagian dari tradisi Bersih Desa sekaligus menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Syukur alhamdulillah, hari ini Desa Sumberporong menggelar Kirab Budaya dalam rangka Bersih Desa sekaligus untuk memeriahkan atau memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia,” ujar Bupati Malang.
Menurutnya, kegiatan budaya seperti ini memiliki nilai strategis dalam membangun kebersamaan masyarakat sekaligus menjadi sarana untuk mengembangkan potensi pariwisata di wilayah Kabupaten Malang.
Abah Sanusi berharap Desa Sumberporong yang berada di wilayah utara Kabupaten Malang dapat terus berkembang dan menjadi salah satu pintu gerbang dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Harapannya Desa Sumberporong bisa menjadi pintu gerbang Kabupaten Malang untuk meningkatkan pariwisata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malang,” tegasnya.
Ia juga menilai bahwa pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan pembangunan ekonomi. Kekayaan budaya dan tradisi masyarakat merupakan bagian penting dari identitas daerah yang dapat dikembangkan menjadi potensi wisata.
Sementara itu, Kepala Desa Sumberporong, Hj. Idhinningrum, S.Sos., S.H., M.M., saat diwawancarai Media Kabar Pojok Indonesia menjelaskan bahwa Kirab Budaya Bersih Desa merupakan bagian dari upaya Pemerintah Desa Sumberporong bersama masyarakat untuk menjaga dan melestarikan kearifan lokal.
Menurutnya, tradisi Bersih Desa merupakan warisan leluhur yang harus terus dijaga agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman.
“Ini adalah Kirab Budaya Desa Sumberporong. Harapan saya, kita terus melestarikan yang namanya kearifan lokal masing-masing daerah, khususnya di Desa Sumberporong,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, Bersih Desa di Sumberporong tidak dilaksanakan setiap tahun. Pelaksanaannya dilakukan berdasarkan kesepakatan masyarakat, yakni sekitar dua atau tiga tahun sekali.
Hal tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Di sisi lain, tradisi tetap dijaga sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya dan warisan leluhur.
“Di tempat saya tidak satu tahun sekali, tetapi dua atau tiga tahun sekali berdasarkan kesepakatan masyarakat. Tujuannya untuk uri-uri budaya bangsa kita sendiri,” jelasnya.
Idhinningrum menambahkan, momentum Kirab Budaya kali ini juga sengaja dikemas dengan menampilkan berbagai gambaran kerajaan dan budaya Nusantara dari berbagai daerah.
Hal tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan kepada generasi muda agar semakin mengenal sejarah, budaya, serta keberagaman yang dimiliki Indonesia.
“Harapan kita, generasi muda mulai mencintai warisan dari leluhur kita dan sekaligus memperingati ulang tahun Republik Indonesia yang ke-81. Kita mengingat sejarah perjuangan para pahlawan kita yang luar biasa sehingga NKRI ini menjadi satu kesatuan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Kepala Desa Sumberporong mengatakan, kegiatan kirab yang diikuti 17 kontingen dari 17 RW tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkreasi sekaligus memperkuat persatuan dan kesatuan.
Berbagai penampilan yang mengangkat tema kerajaan dan budaya Nusantara dari Sabang sampai Merauke menjadi bagian dari pesan edukasi bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat luar biasa.
“Kita menampilkan kerajaan-kerajaan di Nusantara dari Sabang sampai Merauke. Kita memberikan wawasan kepada masing-masing generasi muda untuk belajar mengenal budaya dan berkarya untuk meningkatkan kreativitas serta rasa persatuan dan kesatuan,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai sebuah acara seremonial, tetapi mampu menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal sekaligus menjadi salah satu daya tarik wisata Desa Sumberporong.
Idhinningrum juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Malang beserta Ketua TP PKK Kabupaten Malang, Sekda Kabupaten Malang, serta seluruh jajaran OPD yang telah hadir dan memberikan dukungan terhadap kegiatan masyarakat Desa Sumberporong.
“Kami dari Pemerintah Desa Sumberporong mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Bupati Malang, Bapak Drs. H. M. Sanusi, M.M., beserta Ibu Hj. Anis Zaidah Sanusi, juga Bapak Sekda, Bapak Budiar, beserta seluruh SKPD yang hadir,” ucapnya.
Terkait kemungkinan pelaksanaan Bersih Desa dan Kirab Budaya dilakukan lebih sering, Idhinningrum menegaskan bahwa untuk saat ini pihaknya tetap mempertahankan pelaksanaan setiap dua atau tiga tahun sekali.
Menurutnya, keputusan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Pelaksanaan kegiatan budaya tentu membutuhkan persiapan dan biaya, sehingga jangan sampai membebani masyarakat.
“Di tempat saya tetap dua atau tiga tahun sekali. Kenapa demikian? Karena kita menyadari kegiatan-kegiatan masyarakat dan beban masyarakat untuk saat ini. Kondisi ekonomi juga membutuhkan banyak sekali persiapan,” jelasnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Desa Sumberporong lebih mengutamakan kesejahteraan masyarakat. Namun, di sisi lain, tradisi dan budaya tetap harus dilestarikan.
“Kita lebih memperdulikan ekonomi dan kesejahteraan mereka. Tetapi momentum untuk uri-uri budaya ini tidak boleh ditinggalkan. Karena kita besar karena menjunjung tinggi nilai-nilai budaya,” tegasnya.
Menurut Idhinningrum, kemajuan sektor pariwisata tidak dapat dilepaskan dari kekayaan budaya lokal. Masyarakat harus terlebih dahulu menghargai dan menjaga budayanya sendiri sebelum berharap budaya tersebut menjadi daya tarik bagi wisatawan dari luar daerah.
“Kita tidak akan pernah ada kalau tidak menghargai budaya kita sendiri,” katanya.
Sumberporong Didorong Jadi Pintu Gerbang Kabupaten Malang Bagian Utara
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Desa Sumberporong juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program-program Pemerintah Kabupaten Malang.
Dengan letak geografisnya yang berada di wilayah utara, Desa Sumberporong dinilai memiliki posisi strategis untuk ikut mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Kabupaten Malang.
Idhinningrum berharap sinergi antara Pemerintah Desa, Pemerintah Kabupaten Malang dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga cita-cita menjadikan Sumberporong sebagai salah satu pintu gerbang Kabupaten Malang bagian utara dapat terwujud.
“Masyarakat Desa Sumberporong semangat untuk terus menyukseskan semua program-program Kabupaten Malang. Tujuan kita menjadikan Desa Sumberporong sebagai pintu gerbang Kabupaten Malang bagian utara,” ujarnya.
Ia pun berharap Desa Sumberporong semakin makmur, masyarakatnya sehat, mendapatkan keberkahan dan dijauhkan dari segala macam bencana.
“Harapannya Desa Sumberporong semakin makmur, warganya sehat, diparingi berkat, dijauhkan dari segala macam bencana. Dan seluruh Kabupaten Malang dilimpahkan keberkahan, rezeki yang melimpah,” pungkasnya.
Lebih jauh, ia berharap Kabupaten Malang ke depan terus dipimpin oleh pemimpin-pemimpin yang amanah, peduli terhadap masyarakat, serta mampu menghadirkan kerja nyata.
“Jangan hanya sekadar menonton kesedihan masyarakat. Sekarang jangan menonton. Kita harus ikut berbuat. Kita harus kerja nyata dan kerja cerdas,” tegasnya.
Kirab Budaya Bersih Desa Sumberporong akhirnya menjadi momentum penting yang mempertemukan tradisi, semangat kemerdekaan, kreativitas masyarakat, serta komitmen bersama untuk membangun daerah.
Dengan semangat gotong royong dan pelestarian budaya, masyarakat Sumberporong berharap desa mereka semakin maju, sejahtera, sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Malang yang Gemah Ripah Loh Jinawi.
REPORTER : Matnadir
EDITOR : Maryanto














