Bangkalan, BUSERNASIONAL — Aksi arogan yang dilakukan oleh seorang Sekretaris Desa (Sekdes) di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, mendadak viral dan berujung di balik jeruji besi. Pelaku yang berinisial T kedapatan mengamuk sambil membawa senjata tajam jenis celurit, serta nekat mengancam warga dan aparat kepolisian.
Kronologi Kejadian: Blokade Jalan Hingga Pungli ke Warga
Berdasarkan informasi yang dihimpun tim Buser Nasional, aksi nekat tersebut bermula ketika sang Sekdes menutup akses jalan desa dengan memasang portal tepat di depan rumahnya. Tidak hanya sekadar menutup jalan, pelaku juga memberlakukan aturan kontroversial dengan memaksa setiap warga yang melintas untuk membayar sejumlah uang, dengan nominal yang dipatok mencapai Rp50.000.
Tindakan sewenang-wenang ini diduga dilakukan karena pelaku merasa sakit hati dan memusuhi warga sekitar. Warga yang resah akhirnya melaporkan tindakan meresahkan ini kepada pihak berwajib.
Aksi Kejar-kejaran dan Penangkapan Dramatis
Mendapat laporan dari masyarakat, aparat kepolisian dari Satreskrim Polres Bangkalan langsung bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian guna melakukan mediasi dan membujuk pelaku agar menyerahkan senjata tajamnya.
Namun, alih-alih kooperatif, pelaku justru semakin beringas dan menolak ajakan polisi sambil terus menenteng celurit serta melontarkan ancaman. Setelah melalui proses negosiasi yang cukup panjang dan situasi yang sempat memanas, petugas kepolisian akhirnya mengambil tindakan tegas dengan menyergap pelaku saat lengah.
Meski sempat melakukan perlawanan dan berontak, kesigapan petugas gabungan berhasil melumpuhkan pelaku serta merebut senjata tajam jenis celurit yang dibawanya. Pelaku langsung digelandang ke Mapolres Bangkalan guna menjalani proses pemeriksaan dan hukum lebih lanjut.














