SUMENEP — Program Irigasi Perpompaan (IRPOM) Kementerian Pertanian di Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menjadi sorotan. Sejumlah pihak menduga terdapat ketidaksesuaian antara persyaratan program dengan kondisi di lapangan.
Dugaan itu mencuat setelah Sanjani, aktivis Gerakan Pemuda Sumenep (Gerpas), melakukan penelusuran terhadap salah satu lokasi program IRPOM 2026 di Desa Gadu Timur, Kecamatan Ganding.
Menurut Sanjani, program IRPOM tahun 2026 diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan. Salah satu persyaratannya, kata dia, kelompok tani penerima bantuan harus memiliki sedikitnya lima hektare lahan sawah yang ditanami padi.
“Persyaratan bantuan IRPOM itu wajib lahan sawah yang menanam padi, bukan lahan tegalan tadah hujan. Poinnya lima hektare sawah yang ditanami padi, bukan jagung,” kata Sanjani.
Ia menilai kondisi di salah satu titik pengeboran IRPOM di Desa Gadu Timur tidak sesuai dengan persyaratan tersebut. Lokasi pengeboran, menurut dia, berada di lahan tegalan yang terletak di lereng bukit, bukan di area persawahan.
“Salah satunya yang paling nampak, IRPOM di Gadu Timur itu jelas tidak memenuhi syarat teknis,” ujarnya.
Sanjani mengatakan persoalan tersebut tidak berhenti pada dugaan ketidaksesuaian persyaratan teknis. Gerpas juga mengaku memperoleh sejumlah informasi yang, menurut mereka, mengarah pada dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam pelaksanaan program IRPOM di Kecamatan Ganding.
Namun, Sanjani belum membeberkan secara rinci informasi tersebut. Ia mengatakan pihaknya masih mengumpulkan dokumen dan keterangan dari berbagai sumber sebelum menentukan langkah selanjutnya.
“Kami juga mendapatkan informasi yang mengarah pada KKN. Hal itu masih kami kumpulkan data dan informasi yang lengkap untuk menentukan langkah kami selanjutnya,” kata Sanjani.
Sementara hasil konfirmasi pada Korluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Ganding, Junaidi membantah klaim tersebut.
“Baik.semua kegiatan yang sudah berjalan dan yang sudah selesai iripom sudah sesuai juknis dan exsisting padi luasan 5 ha. Dan perlu diketahui iripom tidak terbatas ke lahan sawah bisa juga tadah hujan yg ada tanaman padi 5 ha. Ujarnya.













