Birokrasi Lamban di Samsat Sampang, Warga Dipaksa Antre Berjam-jam hingga Didorong Gunakan ‘Orang lain'”

banner 120x600

SAMPANG, Z-PRIME MEDIA – Pelayanan di Kantor Samsat Sampang, Jawa Timur, kini menuai kecaman keras. Bukannya memberikan kemudahan bagi wajib pajak, sistem pelayanan mutasi keluar di instansi ini justru dinilai bobrok, melelahkan, dan sarat akan aroma praktik tak lazim.

​Keluhan datang dari seorang wajib pajak yang harus menelan pil pahit. Demi mengurus mutasi kendaraan, ia harus tertahan di loket pendaftaran hingga hampir 4 jam. Parahnya lagi, setelah waktu habis terkuras, berkas tidak langsung selesai. Warga dipaksa harus bolak-balik ke kantor Samsat hanya untuk mengambil berkas yang seharusnya bisa tuntas dalam satu hari.

​“Kami sudah jauh-jauh datang, tenaga habis, waktu terbuang, di jalan pun penuh risiko. Tapi di sini, antrean pendaftaran saja sudah memakan waktu hampir 4 jam. Ini benar-benar tidak efisien dan sangat menyiksa masyarakat,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya kepada Z-Prime Media.

BERITA TERKAIT  Menguji Ketahanan BPR Menjaga Kepercayaan Publik

​Namun, puncak kekecewaan muncul saat warga tersebut menanyakan solusi atas lambatnya proses ini. Alih-alih memberikan percepatan atau solusi profesional, petugas di lapangan justru diduga mengarahkan wajib pajak untuk menggunakan “jasa orang lain” (pihak ketiga) agar urusan cepat selesai.

​Instruksi terselubung ini menimbulkan tanda tanya besar. Mengapa petugas pelayanan resmi justru menyarankan penggunaan pihak ketiga? Apakah sistem yang sengaja dibuat lambat agar warga “dipaksa” menggunakan jasa perantara?

​Berdasarkan pantauan di lokasi, area loket pendaftaran BBN 1 dan BBN 2 tampak menjadi titik krusial penumpukan antrean. Minimnya efektivitas layanan ini berbanding terbalik dengan tuntutan era digitalisasi yang seharusnya mempermudah masyarakat.

Penulis: ZQEditor: Zekki, S.M.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *