NGANJUK, BUSERNASIONAL— Di tengah insiden puluhan siswa yang mengalami keluhan kesehatan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah kisah inspiratif datang dari SMAN 3 Nganjuk. Seorang siswa berinisial DV berhasil menghindari insiden tersebut berkat keputusan sederhana: membawa bekal masakan buatan ibunya dari rumah.
Pada Rabu (2/9/2026), kegiatan pembagian menu MBG di sekolah tersebut berujung pada dugaan keracunan massal. Sedikitnya 50 siswa dilaporkan mendadak mengalami gejala mual, pusing, hingga muntah setelah menyantap hidangan yang dibagikan, sehingga harus mendapatkan penanganan medis intensif.
Namun, DV yang sejak berangkat sekolah telah membawa bekal dari rumah memilih untuk tidak ikut menyantap menu MBG tersebut. Keputusan ini menyelamatkannya dari paparan gejala yang dialami oleh puluhan teman seangkatannya.
Peristiwa ini sontak mencuri perhatian publik dan warganet. Di tengah situasi darurat kesehatan yang menimpa sekolah, bekal buatan tangan seorang ibu terbukti menjadi “penyelamat” tak terduga yang memberikan rasa aman serta kualitas gizi yang terjaga.
Kasus dugaan keracunan massal ini kini tengah menjadi sorotan dan dalam penanganan pihak berwenang guna menyelidiki penyebab pasti insiden pada program distribusi makanan di lingkungan sekolah tersebut.














