Sumenep – Pelantikan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) membawa harapan baru bagi keberhasilan salah satu program strategis pemerintah, yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini bukan sekadar agenda sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Namun, di balik besarnya harapan tersebut, tersimpan tantangan yang tidak ringan. BGN sebagai lembaga yang mengemban amanah besar harus mampu menghadapi persoalan kompleks, mulai dari penguatan rantai pasok pangan, validitas data penerima manfaat, efektivitas distribusi, keterbatasan anggaran, hingga pengawasan agar program berjalan transparan dan bebas dari penyimpangan.
Dalam situasi seperti ini, kepemimpinan menjadi faktor yang sangat menentukan. BGN membutuhkan sosok yang tidak hanya memahami tata kelola pemerintahan, tetapi juga mampu mengambil keputusan secara cepat, membangun koordinasi lintas sektor, dan memastikan kebijakan dapat diterapkan secara efektif di lapangan.
Sudaryono, atau yang akrab disapa Mas Dar, dinilai memiliki modal tersebut. Sebagai figur muda, ia membawa semangat perubahan dengan karakter kepemimpinan yang adaptif, komunikatif, dan dekat dengan masyarakat. Latar belakang pendidikannya di SMA Taruna Nusantara hingga National Defense Academy Jepang membentuk karakter disiplin, berorientasi pada strategi, serta memiliki kemampuan manajerial yang kuat.
Kemampuan komunikasi publik yang dimilikinya juga menjadi nilai tambah. Mengelola program nasional berskala besar tidak hanya membutuhkan kebijakan yang tepat, tetapi juga kemampuan menjelaskan arah kebijakan kepada masyarakat sehingga memperoleh dukungan dan kepercayaan publik.
Di sisi lain, integritas menjadi modal penting yang melekat pada dirinya. Berasal dari keluarga petani di Grobogan, Mas Dar dikenal memiliki gaya hidup sederhana serta rekam jejak yang relatif bersih. Integritas tersebut menjadi fondasi penting dalam memimpin lembaga yang mengelola anggaran negara dalam jumlah besar.
Kepercayaan yang diberikan Presiden Prabowo Subianto juga menjadi kekuatan tersendiri. Hubungan kerja yang dibangun atas dasar kepercayaan dinilai mampu mempercepat koordinasi antarinstansi sehingga berbagai hambatan birokrasi dapat diminimalkan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Selain itu, jaringan sosial yang dimiliki Sudaryono juga cukup luas. Pengalamannya berkiprah di organisasi seperti Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), serta Tani Merdeka Indonesia (TMI) memberinya akses langsung terhadap pelaku produksi dan distribusi pangan. Di kalangan generasi muda, pembinaan melalui Gerakan Mahasiswa Peduli Kebangsaan (GMPK) menunjukkan komitmennya dalam membangun kepemimpinan masa depan.
Optimisme terhadap kepemimpinan Mas Dar juga didasarkan pada rekam jejaknya selama menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian. Dalam posisi tersebut, ia aktif mengawal program peningkatan produksi pangan, modernisasi sektor pertanian, mitigasi dampak El Nino, hingga memastikan penyerapan gabah petani dan distribusi pupuk bersubsidi berjalan lebih optimal.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi tugas barunya. Sebab, persoalan gizi tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan pangan. Keberhasilan membangun sektor hulu harus mampu dihubungkan dengan sektor hilir agar masyarakat memperoleh akses terhadap pangan bergizi secara berkelanjutan.
Meski demikian, tantangan yang menanti tetap tidak sederhana. Kesiapan dapur umum di berbagai daerah, pemerataan distribusi bahan pangan, pengawasan kualitas makanan, hingga pemenuhan standar gizi bagi anak-anak Indonesia menjadi pekerjaan besar yang harus diselesaikan secara bertahap dan terukur.
Pada akhirnya, publik menaruh harapan agar seluruh pengalaman, integritas, dan jaringan yang dimiliki Sudaryono mampu diwujudkan dalam bentuk kerja nyata. Keberhasilan Badan Gizi Nasional tidak hanya diukur dari besarnya anggaran atau banyaknya program yang dijalankan, tetapi dari sejauh mana setiap anak Indonesia benar-benar menerima makanan bergizi secara aman, tepat waktu, dan tepat sasaran.
Kepercayaan telah diberikan, harapan telah disematkan. Kini saatnya pembuktian melalui kerja nyata demi menghadirkan generasi Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan berkualitas.
Sumenep, 25 Juli 2026
A.JACHMAD JAILANI,ST
Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Sumenep














