BANGKALAN, BUSERNASIONAL – Kasus penemuan jenazah RY (50), seorang Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, di dalam mobil dinasnya yang terparkir di Terminal 1 Bandara Juanda, mulai menemui titik terang. Hasil otopsi tim forensik RS Bhayangkara Porong mengindikasikan adanya unsur kekerasan sebelum korban meregang nyawa.

Peristiwa yang menggemparkan publik ini terungkap pada Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Korban ditemukan di dalam mobil dinas Toyota Innova berpelat merah M 1090 GP, yang menurut pantauan telah terparkir di lokasi tersebut sejak Sabtu (20/6/2026) sore.
Penemuan jenazah berawal dari kecurigaan seorang pengemudi ojek online yang mencium aroma menyengat dari dalam mobil, diperkuat dengan adanya cairan yang merembes keluar dari kendaraan tersebut. Laporan segera ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian dan Tim SAR Surabaya yang melakukan evakuasi sekitar pukul 13.14 WIB.
Indikasi Kekerasan dan Asfiksia
Hasil pemeriksaan luar mengungkap adanya luka robek pada cuping telinga kiri korban, yang diduga akibat benturan benda tumpul. Selain itu, dokter forensik menemukan indikator asfiksia atau kekurangan oksigen pada korban.
Temuan tersebut meliputi pelebaran pembuluh darah pada selaput lendir kelopak mata, perubahan warna kebiruan pada bibir, serta bercak merah kehitaman pada lidah, epiglotis, dan saluran pernapasan utama. Pemeriksaan organ dalam juga menunjukkan perubahan warna merah kehitaman pada dinding lambung. Mengingat kondisi jenazah yang sudah mengalami pembusukan, tim dokter memperkirakan korban telah meninggal lebih dari dua hari sebelum ditemukan.
Tepis Spekulasi
Di sisi lain, hasil otopsi ini sekaligus meluruskan spekulasi yang beredar. Pemeriksaan medis memastikan bahwa korban tidak dalam kondisi hamil. Selain itu, hasil swab pada organ intim korban tidak menemukan adanya sperma, sehingga indikasi kekerasan seksual sementara ini terbantahkan.
Saat ini, penyidik tengah fokus melakukan pengejaran terhadap sosok pria bermasker yang terekam kamera CCTV saat memarkirkan mobil korban. Dalam rekaman tersebut, pria itu tampak meninggalkan lokasi menggunakan angkutan umum setelah memarkirkan kendaraan dinas korban.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap tabir misteri kematian pejabat tersebut.














