Tolak Akhmad Muzakki Jabat Rektor Dua Periode, Mahasiswa UINSA Segel Gedung Rektorat Kampus A Yani

banner 120x600

​SURABAYA, busernasional — Suasana di lingkungan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya mendadak memanas. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Kampus A Yani, Surabaya, pada Rabu (16/9/2026).

​Aksi yang awalnya berjalan dengan orasi bergantian tersebut memuncak ketika massa aksi melampiaskan kekecewaan dengan menyegel Gedung Rektorat. Aksi penyegelan ini dilakukan sebagai bentuk penolakan tegas terhadap kepemimpinan Akhmad Muzakki yang dinilai berambisi kembali menjabat sebagai rektor untuk dua periode.

​Berdasarkan pantauan di lapangan, massa mahasiswa membawa berbagai atribut aksi berupa spanduk, poster, serta bendera aliansi yang berisi kecaman terhadap kebijakan birokrasi kampus. Mereka membentangkan spanduk tepat di depan pintu utama Gedung Rektorat hingga menutup akses masuk bagi para petinggi kampus.

BERITA TERKAIT  Bantu Atasi Krisis Air Bersih, BNPM DPC Konang Salurkan Dropping Air untuk Ponpes Al-Hamidiyah Senasen Konang

​Koordinator aksi dalam orasinya menyampaikan bahwa penolakan ini bukan tanpa alasan. Mahasiswa menilai kepemimpinan periode pertama sarat dengan berbagai persoalan kebijakan yang dinilai merugikan mahasiswa, pembatasan ruang gerak kebebasan akademik, serta minimnya transparansi anggaran di lingkup kampus.

​”Kami menolak keras kepemimpinan dua periode! Kepemimpinan saat ini telah mencederai prinsip-prinsip demokrasi kampus dan mengabaikan aspirasi mahasiswa,” teriak salah satu orator di atas mobil komando dengan nada berapi-api.

​Hingga berita ini diturunkan, Gedung Rektorat UINSA masih tampak terkunci dengan segel kain hitam dan poster-poster protes yang ditempel di dinding kaca. Belum ada keterangan resmi dari pihak birokrasi kampus maupun dari Akhmad Muzakki terkait aksi penyegelan dan tuntutan penolakan dua periode ini.

BERITA TERKAIT  MOBIL BOKS HANTAM TIANG PEMBATAS VIADUK GUBENG, ARUS ARAH KERTAJAYA PADAT

​Aksi demonstrasi sempat diwarnai ketegangan antara mahasiswa dan petugas keamanan kampus yang berjaga di sekitar lokasi, namun situasi berhasil dikendalikan tanpa adanya bentrok fisik yang berarti. Massa mahasiswa berjanji akan terus mengawal isu ini dan mengancam akan menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak diindahkan oleh pihak berwenang.

Penulis: Redaksi Editor: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *