MALANG – Rabhitah Alawiyah Lawang kembali menggelar kegiatan sosial Khitan Anak Sholeh ke-13 dengan mengusung semangat “Membangun Keshalihan dan Kekompakan Sosial”. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna YPAYP Pangeran Diponegoro, Kelurahan Lawang, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Minggu (6/9/2026) pagi.
Kegiatan khitan massal tersebut merupakan hasil kerja sama antara Yayasan Panti Asuhan Yatim Piatu Pangeran Diponegoro (YPAYP) Lawang dengan Rabhitah Alawiyah Lawang. Pelaksanaan khitan dibantu Tim Khitan Gus Yusuf Abdurrahman Malang bersama tim medis dari unsur TNI Angkatan Darat.
Tahun ini, sebanyak 40 anak mengikuti khitan massal tersebut. Para peserta tidak hanya berasal dari wilayah Lawang, tetapi juga dari sejumlah daerah sekitar, seperti Singosari, Purwosari, hingga Malang.
Ketua Yayasan Panti Asuhan YPAYP Pangeran Diponegoro sekaligus Ketua Rabhitah Alawiyah Lawang, Habib Abu Bakar bin Muhammad Ba’abud, mengatakan kegiatan khitan massal tersebut telah menjadi agenda sosial yang dilaksanakan secara rutin selama 13 tahun.
“Alhamdulillah, kita dari Yayasan Yatim Piatu Pangeran Diponegoro bekerja sama dengan Rabhitah Alawiyah Lawang sudah melaksanakan kegiatan ini yang ke-13 kali. Setiap tahun kita berusaha melaksanakan khitan massal untuk membantu masyarakat,” ujar Habib Abu Bakar.
Menurutnya, pada tahun-tahun sebelumnya jumlah peserta bahkan bisa mencapai sekitar 100 anak. Namun, tahun ini jumlah peserta sebanyak 40 anak karena semakin banyak pihak yang menyelenggarakan kegiatan khitan massal di wilayah Lawang dan sekitarnya.
Meski demikian, pihaknya memastikan kegiatan tersebut tetap terbuka untuk masyarakat umum tanpa memandang asal daerah.
“Pesertanya bebas, mulai dari Malang Selatan sampai Pasuruan. Kita terbuka untuk umum. Dari mana saja asal mau ikut khitan, kita terima,” jelasnya.
Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan diberikan secara gratis kepada para peserta. Selain mendapatkan layanan khitan, anak-anak juga memperoleh berbagai fasilitas penunjang, mulai dari pakaian, sarung, baju takwa, alat tulis untuk kebutuhan sekolah, obat-obatan, makanan atau sarapan, hingga uang saku.
“Semua cuma-cuma, tidak ada biaya. Kita memberikan pakaian, sarung, alat tulis, uang saku, makan pagi, termasuk obat-obatan,” ungkapnya.
Habib Abu Bakar menambahkan, kegiatan sosial tersebut memiliki sejarah panjang. Yayasan YPAYP Pangeran Diponegoro telah menggelar khitan massal sejak tahun 1988 dan terus berupaya mempertahankan kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan.
Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan dari masyarakat, para pemuda, serta para donatur yang selama ini turut membantu, baik dalam bentuk dana maupun barang.
Sementara itu, Bendahara Rabhitah Alawiyah Lawang, Habib Syihabudin Shahab, mengatakan Khitan Anak Sholeh ke-13 tersebut merupakan bukti konsistensi Rabhitah Alawiyah Lawang dalam menjalankan kegiatan sosial selama lebih dari satu dekade.
“Ini kegiatan Khitan Anak Sholeh yang ke-13. Artinya sudah 13 tahun diselenggarakan oleh Rabhitah Alawiyah Cabang Malang Korwil Lawang yang dipimpin Habib Abu Bakar bin Muhammad Ba’abud,” tuturnya.
Ia menjelaskan, tahun ini jumlah peserta mencapai 40 anak. Peserta mayoritas berasal dari Lawang, kemudian sebagian dari Singosari, Purwosari, dan wilayah Malang.
Menurutnya, berkurangnya jumlah peserta dibanding tahun-tahun sebelumnya bukan karena menurunnya antusiasme masyarakat. Namun, saat ini kegiatan khitan massal semakin banyak digelar oleh berbagai pihak di wilayah Lawang.
“Bukan karena antusiasmenya menurun. Sekarang penyelenggara khitan massal di Lawang semakin banyak. Dulu mungkin hanya kita, sekarang ada tiga atau empat tempat yang juga mengadakan,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan tahun ini, Rabhitah Alawiyah Lawang kembali menggandeng Gus Yusuf Abdurrahman dari Malang beserta tim medis yang turut memberikan pelayanan secara gratis, termasuk obat-obatan dan pendampingan setelah tindakan khitan.
Para peserta juga mendapatkan imbauan untuk menjaga kesehatan serta mengikuti seluruh petunjuk dan larangan yang diberikan oleh tim medis agar proses pemulihan berjalan cepat.
“Setelah khitan, anak-anak diharapkan menjaga kesehatan. Kalau ada keluhan atau sesuatu yang perlu dikonsultasikan, bisa langsung menghubungi tim medis. Insyaallah kalau mengikuti anjuran, dalam waktu sekitar tiga sampai empat hari sudah bisa kering dan pulih,” katanya.
Habib Syihabudin berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara istiqamah setiap tahun sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh donatur yang selama ini mendukung kegiatan tersebut. Dukungan para donatur tidak hanya berupa uang, tetapi juga berbagai kebutuhan peserta seperti pakaian, sarung, dan alat tulis.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian para donatur terhadap kegiatan sosial yang kami laksanakan. Mudah-mudahan semua kebaikan mereka dibalas oleh Allah SWT dengan rezeki yang berlimpah dan semoga tidak bosan-bosan membantu kegiatan ini di tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya.
Melalui kegiatan Khitan Anak Sholeh, Rabhitah Alawiyah Lawang dan YPAYP Pangeran Diponegoro tidak hanya memberikan layanan kesehatan secara cuma-cuma, tetapi juga berupaya menanamkan nilai keshalihan, kepedulian, dan kekompakan sosial di tengah masyarakat.
REPORTER : Matnadir
EDITOR : Redaksi













