BANGKALAN, BUSERNASIONAL – Insiden berdarah yang mengguncang Dusun Gundul, Desa Soket Laok, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, berbuntut panjang. Tak hanya menyisakan duka mendalam atas hilangnya nyawa seseorang, kini muncul skandal baru yang memicu kemarahan publik. Forum Pemuda Bangkalan resmi melayangkan kecaman keras terhadap Puskesmas Tragah atas dugaan penolakan penanganan medis terhadap korban kritis, Minggu (7/6/2026).

Berdasarkan investigasi di lapangan, insiden bermula saat warga yang panik melarikan korban luka sabetan senjata tajam ke Puskesmas Tragah guna mendapatkan pertolongan pertama (emergency). Namun, alih-alih mendapatkan penanganan sigap, pihak Puskesmas justru diduga menutup pintu dan menolak memberikan tindakan medis.
Ironisnya, saat keluarga korban memohon bantuan ambulans untuk merujuk ke RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu), pihak Puskesmas justru bergeming. Ambulans yang seharusnya menjadi fasilitas vital dalam situasi darurat, diduga tidak diizinkan untuk digunakan.
Akibat tindakan yang dinilai tidak manusiawi tersebut, warga terpaksa mengevakuasi korban yang sudah dalam kondisi kritis menggunakan mobil bak terbuka (pick-up). Mirisnya, nyawa korban akhirnya tidak tertolong dalam perjalanan menuju rumah sakit.
“Pelanggaran Kemanusiaan Fatal”
Menanggapi insiden memilukan ini, aktivis Forum Pemuda Bangkalan, MK, angkat bicara dengan nada tinggi. Ia menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh manajemen Puskesmas Tragah adalah bentuk pengabaian terhadap sumpah profesi dan pelanggaran kemanusiaan yang sangat fatal.
“Kami mengecam keras sikap oknum petugas Puskesmas Tragah. Dalam kondisi darurat, setiap detik adalah nyawa. Mengapa akses medis dan fasilitas ambulans justru dipersulit? Ini sudah bukan soal SOP lagi, tapi soal kemanusiaan yang terabaikan,” tegas MK saat dikonfirmasi tim Busernasional.
Forum Pemuda Ancam Lapor ke Dinkes
Sebagai langkah konkret atas dugaan kelalaian ini, Forum Pemuda Bangkalan tidak akan tinggal diam. Mereka berkomitmen untuk mengawal kasus ini hingga tuntas.
“Kami akan segera melayangkan laporan resmi ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan. Kami mendesak Kepala Dinas Kesehatan untuk segera melakukan audit investigasi mendalam dan mencopot oknum yang bertanggung jawab atas buruknya pelayanan ini. Evaluasi total harus dilakukan agar tidak ada lagi nyawa yang melayang karena ketidakbecusan pelayanan Puskesmas,” pungkasnya.














