MALANG – Organisasi masyarakat Laskar Sakera bersama komunitas Yakuza Maneges menyatakan komitmen untuk mengawal berbagai dugaan pelanggaran hukum yang terjadi di lingkungan pendidikan keagamaan. Komitmen tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan dunia pendidikan dan perlindungan generasi bangsa.
Melalui pernyataan sikap yang beredar di masyarakat, kedua kelompok menegaskan pentingnya penegakan hukum secara adil dan transparan terhadap setiap laporan atau dugaan pelanggaran yang terjadi di lembaga pendidikan keagamaan. Mereka menilai pendidikan harus menjadi ruang yang aman, bersih, dan terbebas dari praktik-praktik yang merugikan peserta didik maupun masyarakat.
“Kami hadir untuk mengawal kebenaran, mendukung penegakan keadilan, dan memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan yang berlaku,” demikian salah satu poin komitmen yang disampaikan.
Selain menekankan aspek penegakan hukum, Laskar Sakera dan Yakuza Maneges juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga marwah pendidikan keagamaan sebagai pilar pembentukan karakter bangsa. Mereka berharap setiap persoalan yang muncul dapat diselesaikan secara objektif berdasarkan fakta dan ketentuan hukum yang berlaku.
Komitmen tersebut membawa empat pesan utama, yakni tegakkan keadilan, kawal kebenaran, lindungi pendidikan, dan jaga masa depan generasi bangsa. Kedua organisasi menegaskan bahwa pengawasan masyarakat diperlukan agar dunia pendidikan tetap menjadi tempat yang aman, bermartabat, dan berintegritas.
Pengamat sosial menilai keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam mengawal isu pendidikan dapat menjadi bentuk kontrol sosial yang positif, selama tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
“Pendidikan harus menjadi benteng moral dan masa depan bangsa. Karena itu, setiap dugaan pelanggaran yang muncul perlu diusut secara transparan demi menjaga kepercayaan publik,” tutup pernyataan tersebut.














