BANGKALAN, BUSERNASIONAL.MY.ID – Demi mengawal hak masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Garuda bersama aliansi pemuda Kecamatan Tragah menggelar audiensi ketat dengan manajemen Puskesmas Tragah, Kabupaten Bangkalan. Pertemuan ini dipicu oleh desakan kuat warga yang menuntut perbaikan dan reformasi kualitas pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.

Audiensi yang berlangsung di aula Puskesmas Tragah tersebut berjalan kondusif namun sarat akan penyampaian aspirasi yang tegas. Sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda membeberkan berbagai keluhan serta fakta di lapangan terkait pelayanan medis maupun administratif yang dinilai masih jauh dari harapan masyarakat.
Sanksi Tegas: Oknum Petugas Dijatuhi SP 1
Merespons hantaman kritik dan aspirasi dari elemen masyarakat, Kepala Puskesmas Tragah, Vivin Sufianti, S.Tr.Keb., Bd., menyambut baik kontrol sosial tersebut. Secara transparan, ia mengakui adanya celah yang harus diperbaiki dan menyatakan telah mengambil tindakan tegas terhadap oknum petugas yang dinilai lalai dalam menjalankan tugasnya.
“Kami akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kinerja petugas di lapangan. Menindaklanjuti insiden yang terjadi sebelumnya, kami juga telah resmi memberikan Surat Peringatan Pertama (SP 1) kepada petugas yang bersangkutan sebagai bentuk tindak lanjut, ketegasan, dan pembinaan,” ujar Vivin di hadapan forum audiensi.
Vivin menambahkan bahwa kritik dari masyarakat adalah vitamin bagi manajemen untuk berbenah. Pihaknya berkomitmen membuka ruang komunikasi sedalam-dalamnya agar tidak ada lagi sumbatan informasi antara masyarakat dan fasilitas kesehatan.
Garda Depan Harus Mengutamakan Nyawa dan Kenyamanan Pasien
Di sisi lain, perwakilan pemuda dan Ormas Garuda menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal janji manis perubahan ini. Mereka menekankan bahwa Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) harus menaruh rasa hormat tertinggi pada keselamatan, kenyamanan, serta kepuasan pasien tanpa pandang bulu.
”Kami mengapresiasi langkah cepat pemberian SP 1 ini, namun ini harus jadi momentum perbaikan total, bukan sekadar peredam suasana. Pelayanan publik bidang kesehatan itu urusannya nyawa manusia,” tegas salah satu perwakilan massa.
Menutup audiensi, pihak Puskesmas Tragah mengajak seluruh elemen warga Kecamatan Tragah untuk ikut menjadi ‘mata dan telinga’ dalam mengawasi jalannya pelayanan selama 24 jam penuh.

Pertemuan ini menghasilkan piagam komitmen bersama, di antaranya:
Evaluasi berkala performa tenaga medis dan administrasi.
Penguatan sistem pengaduan cepat bagi masyarakat yang mengalami kendala pelayanan.
Masyarakat berharap, tindakan nyata ini mampu mengembalikan fungsi Puskesmas Tragah sebagai tameng terdepan kesehatan yang humanis, cepat, dan tepercaya di Bangkalan.














