Isak Tangis di Balik Dugaan Keracunan MBG Berastagi, Wali Murid: “Seandainya Bapak di Posisi Kami”

Keracunan MBG

banner 120x600

BuserNasional.my.id / Kabupaten Karo – Tangis seorang ibu pecah saat bertemu Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dr. Sudaryono yang meninjau kondisi para pelajar yang menjalani perawatan di RS Efarina Etaham Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Minggu (16/8/2026).

Ibu tersebut merupakan salah satu wali murid yang anaknya menjadi salah satu pelajar terdampak dalam dugaan kejadian keracunan massal yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Berastagi.

Dengan suara bergetar dan air mata yang tak terbendung, sang ibu menceritakan kondisi anaknya, siswa SMA Negeri 1 Berastagi. Ia mengatakan anaknya mengalami sesak napas sejak Kamis (13/8/2026) dan telah menjalani perawatan selama beberapa hari.

Dari informasi yang disampaikannya, terdapat 354 siswa yang menjalani penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk salah satu siswa yang dirawat di RS Amanda Berastagi.

BERITA TERKAIT  Bupati Karo Pastikan Penanganan Medis Optimal pasca keracunan makanan yg diduga berasal dari MBG

Di hadapan Kepala BGN, sang ibu kemudian menyampaikan keresahannya. Ia mengaku hingga saat ini belum mengetahui secara pasti penyakit yang dialami anaknya maupun penyebab kondisi tersebut.

“Mana hasilnya, kami tidak tahu anak kami sakit apa, keracunan apa. Seandainya Bapak di posisi kami, apa perasaan Bapak,” ucapnya dengan nada penuh haru.

Pertanyaan itu menggambarkan keresahan para orang tua yang menunggu kepastian di tengah kondisi anak-anak mereka yang harus menjalani perawatan.

Kejadian dugaan keracunan massal tersebut terjadi pada Kamis, 13 Agustus 2026. Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena menyangkut kesehatan dan keselamatan para pelajar yang menjadi penerima manfaat program MBG.

Namun, penyebab pasti kejadian tersebut tetap perlu menunggu hasil pemeriksaan dan penjelasan resmi dari pihak berwenang. Informasi mengenai makanan, penyebab gangguan kesehatan, maupun keterkaitannya dengan program MBG perlu dibuktikan melalui pemeriksaan medis dan investigasi yang dilakukan secara profesional.

BERITA TERKAIT  Pelukan Salmi Dan Pertaruhan Keselamatan Di Laut

Bagi para orang tua, kepastian bukan sekadar kata. Mereka ingin mengetahui apa yang terjadi kepada anak-anak mereka dan memastikan seluruh pelajar mendapatkan penanganan terbaik.

Di balik angka 354 siswa, ada wajah-wajah anak yang seharusnya sibuk mengejar cita-cita. Ada orang tua yang menunggu di sisi tempat tidur. Dan ada doa yang terus dipanjatkan agar anak-anak mereka segera pulih.

Kini, masyarakat menanti jawaban yang terang bukan untuk mencari siapa yang harus disalahkan, melainkan untuk memastikan keselamatan anak-anak menjadi prioritas dan kejadian serupa tidak kembali terulang.

Penulis Berita: Berlinta Sembiring

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *