Hukum  

Bongkar Dugaan Pungli Rp 1 Juta di Satlantas Colombo, Warga Ngaku Diintimidasi Hapus Postingan Viral

banner 120x600

BUSERNASIONAL.COM — Unggahan keluhan warga terkait dugaan pungutan liar (pungli) dalam proses pengurusan surat keterangan pengeluaran barang bukti kendaraan di Satlantas Colombo, Surabaya, mendadak viral di media sosial. Korban mengaku dimintai uang sebesar Rp 1 juta yang ditransfer ke rekening pribadi oknum penyidik, hingga sempat diminta mengarsipkan unggahannya setelah kasus ini ramai diperbincangkan.

​Peristiwa ini dialami oleh Kristiani, pemilik akun media sosial yang menjadi korban dugaan praktik menyimpang tersebut. Kejadian bermula saat dirinya bersama sang tante mengurus laporan kecelakaan untuk keperluan klaim asuransi Jasa Raharja pada Rabu (26/8/2026).

​Kristiani menceritakan, awal mulanya ia menyetujui adanya penarikan sejumlah uang karena mengira transaksi tersebut merupakan prosedur resmi dari kepolisian.

​”Sebelumnya tante saya menginformasikan kemungkinan ada biaya di Colombo, tapi untuk pengambilan kendaraan gratis. Saya menyetujuinya karena pikir saya itu adalah pungutan resmi semacam denda tilang,” ungkap Kristiani saat dikonfirmasi, Kamis (27/8/2026).

BERITA TERKAIT  Diduga Simpan Sabu di Musolla Kosong, Warga Tambelangan Diamankan Polisi

​Namun kecurigaan mulai timbul ketika Kristiani mendatangi Satlantas Colombo. Kedatangannya saat itu bukan untuk mengambil unit kendaraan yang masih mengendap di Polsek Dukuh Pakis, melainkan hanya mengurus surat keterangan guna mengeluarkan barang bukti tersebut.

​Di lokasi, petugas yang melayani justru mengarahkannya untuk melakukan transfer uang sebesar Rp 1 juta ke rekening atas nama pribadi oknum penyidik. Merasa ada yang tidak wajar, ia lantas membagikan pengalaman pahitnya ke media sosial hingga menuai sorotan luas warganet.

​Diintimidasi Halus dan Diminta Archive Postingan

​Pasca-viralnya unggahan di akun miliknya, Kristiani mengaku langsung dihubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai atasan oknum penyidik Satlantas Colombo. Pihak tersebut membujuknya untuk datang mediasi sekaligus mengarsipkan unggahannya agar tidak makin gaduh.

BERITA TERKAIT  Kecelakaan Tabrak Lari di Konang Bangkalan, Pengendara NMAX hitam Dicari Warga! Keluarga Diminta Tanggung Jawab

​”Orang yang mengaku atasan menawarkan saya datang ke Colombo untuk dibantu menyelesaikan masalah ini, dan meminta postingan diarsipkan dulu karena dinilai menyudutkan pihak mereka. Tetapi saya menolak kedua permintaan tersebut,” tegas Kristiani.

​Ia juga menambahkan, pihak kepolisian sempat berwacana akan mengantarkan barang bukti kendaraan langsung ke rumahnya serta mengembalikan uang transferan tersebut. Namun, tawaran itu menguap setelah komunikasi dilakukan oleh pihak yang mengaku atasan tersebut.

​Hingga saat ini, kendaraan korban masih tertahan di Polsek Dukuh Pakis dan rencananya baru akan diambil secara mandiri oleh korban.

​Sementara itu, pihak Satlantas Polrestabes Surabaya belum memberikan keterangan resmi atau konfirmasi terkait tindak lanjut oknum penyidik yang diduga melakukan pemerasan bermodus uang administrasi surat keterangan barang bukti tersebut.

Penulis: ZQEditor: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *