Bejat! Ayah di Bangkalan Ajak Anak Kandung Berusia 13 Tahun Jadi Komplotan Pencuri Motor

banner 120x600

Bangkalan, Buser Nasional — Alih-alih memberikan teladan yang baik bagi masa depan buah hatinya, seorang ayah berinisial MA (47), warga Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, justru menyeret anak kandungnya yang masih berusia 13 tahun untuk terjun ke dunia hitam sebagai komplotan pencuri.

​Dalam menjalankan aksinya, pasangan bapak dan anak berinisial MSA (13) ini memiliki peran terstruktur untuk memuluskan tindakan kriminal mereka. MSA yang masih di bawah umur ditugaskan memantau dan mengawasi situasi sekitar, sementara sang ayah bertindak sebagai eksekutor yang mengambil barang berharga milik korban.

​Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Eriek Triyasworo, mengungkapkan bahwa keterlibatan sang anak sengaja dirancang oleh pelaku untuk menghindari kecurigaan dari masyarakat maupun calon korban di lapangan.

BERITA TERKAIT  KEPERGOK WARGA SAAT BERAKSI, TERDUGA PENCURI KABEL DI KELAMPIS BANGKALAN DIAMUK MASSA

​”Pelaku ini memang sengaja mengajak anaknya ya sekaligus untuk mengelabuhi korban supaya tidak dicurigai,” ujar AKP Eriek saat memberikan keterangan, Jumat (11/9/2026).

​Terbongkar Berkat Rekaman CCTV

​Kedok kejahatan pasangan bapak dan anak ini akhirnya resmi terkuak setelah keduanya nekat mencuri sebuah unit sepeda motor di area rumah makan wilayah Kecamatan Burneh. Aksi lancang tersebut ternyata luput dari pengamatan manual, namun terekam dengan jelas oleh kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian.

​Berbekal rekaman visual tersebut, jajaran Satreskrim Polres Bangkalan bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam guna mengidentifikasi ciri-ciri pelaku dan melacak rute pelarian mereka.

​”Dari situ kami berhasil mengidentifikasi dan melacak keberadaan dua pelaku. Kami lalu melakukan pengejaran dan menangkap keduanya serta barang bukti motor yang dicuri pelaku,” tegas Eriek.

BERITA TERKAIT  Hak Klarifikasi: Informasi Dugaan Penangkapan di Pagelaran Dinilai Tidak Akurat, Desa Ngepeh Disebut Tidak Ada

​Sasar Motor hingga Ponsel

​Berdasarkan hasil interogasi awal di hadapan penyidik, MA tak dapat mengelak dan mengakui seluruh perbuatan kriminalnya. Lebih lanjut, polisi mendapati fakta mengejutkan bahwa aksi pencurian tersebut bukanlah yang pertama kali, melainkan telah dilakukan berulang kali di berbagai tempat berbeda.

​Tidak hanya mengincar kendaraan bermotor roda dua, sindikat ayah dan anak ini juga dilaporkan kerap menggondol barang berharga lain milik korban, seperti telepon genggam (ponsel).

​”Dalam semua aksinya, pelaku mengajak serta anaknya tersebut,” imbuh Kasatreskrim.

​Saat ini, penyidik Satreskrim Polres Bangkalan masih terus mendalami kasus tersebut secara intensif guna membongkar seberapa sering aksi serupa dilakukan serta mendata seluruh titik lokasi yang pernah menjadi sasaran kejahatan mereka.

Penulis: Redaksi Editor: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *