BANGKALAN, BUSERNASIONAL — Angin segar perbaikan infrastruktur yang dinanti-nanti oleh warga Kecamatan Kwanyar dan Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, kini justru berbuah keluhan. Jalan penghubung menuju Jalan Raya Sukolilo yang baru saja diperbaiki malah meninggalkan persoalan baru bagi para pengguna jalan dan warga sekitar.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, material berupa pasir dan kerikil kecil yang dihamparkan pada proses perbaikan jalan tersebut kini beterbangan bebas ke udara setiap kali dilalui kendaraan bermotor. Kondisi ini memicu tanda tanya besar dari masyarakat terkait kualitas pengerjaan proyek.
Warga menduga, proses pemadatan yang dilakukan oleh pihak pelaksana tidak maksimal. Muncul dugaan bahwa alat berat yang digunakan kurang memadai untuk memadatkan material jalan tersebut.
> “Setidaknya kalau memperbaiki itu ya diaspal hotmix, jangan menggunakan debu dan kerikil yang bisa mengakibatkan kecelakaan dan polusi udara,” ujar salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya
>
Kondisi jalan yang berpasir dan berkerikil lepas ini sangat membahayakan keselamatan pengendara, khususnya roda dua. Risiko ban tergelincir atau selip akibat material lepas sangat tinggi, ditambah jarak pandang yang terganggu akibat polusi debu tebal saat kendaraan melintas.
Warga berharap dinas terkait atau pihak pelaksana proyek segera turun tangan untuk mengevaluasi hasil perbaikan jalan tersebut. Masyarakat mendesak agar jalan segera diaspal secara permanen (hotmix) demi kenyamanan, keselamatan, dan kesehatan bersama, alih-alih dibiarkan berdebu yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas serta gangguan pernapasan.
Reporter: Redaksi
Editor: Tim Redaksi














