SURABAYA, BUSERNASIONAL – Sorotan tajam kembali diarahkan kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, di tengah gencarnya aktivitas inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukannya di sejumlah lokasi. Berbagai persoalan mulai dari ketertiban parkir hingga aktivitas pedagang kecil kerap menjadi pusat perhatian pemkot. Namun, di sisi lain, langkah tersebut memicu tanda tanya besar dari warga ketika layanan air bersih PDAM Surabaya justru mengalami gangguan.
Keluhan terkait macetnya pasokan air bersih mulai bermunculan dan meresahkan masyarakat, terutama bagi mereka yang aktivitas sehari-harinya sangat bergantung pada ketersediaan air. Bagi warga, air bersih bukan sekadar urusan teknis perusahaan daerah, melainkan kebutuhan dasar untuk memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan keluarga lainnya.
Kondisi ini memunculkan kritik publik terkait kehadiran pemerintah dalam merespons keluhan mendasar warga. Masyarakat berharap persoalan layanan dasar mendapat porsi perhatian yang sama seriusnya dengan penataan ruang publik.
Pemerintah Kota Surabaya dinilai perlu segera memberikan penjelasan terbuka mengenai penyebab gangguan, langkah penanganan nyata, serta kepastian kapan layanan air bersih dapat kembali normal.
Sementara itu, Pengamat Surabaya, Ilham, menegaskan bahwa publik menuntut kehadiran pemimpin secara nyata di saat rakyat menghadapi persoalan kebutuhan hidup mendasar.
”Air bersih adalah kebutuhan dasar rakyat, bukan sekadar persoalan teknis. Pemimpin harus hadir ketika rakyat membutuhkan, bukan hanya ketika kamera menyala. Sidak parkir dan pedagang kecil memang penting, tetapi persoalan pelayanan dasar seperti air bersih juga harus menjadi perhatian serius pemerintah,” tegas Ilham, Rabu (9/9/2026).














