Agama, MBG  

RATUSAN SANTRI DIDUGA KERACUNAN USAI SANTAP MBG, APK: JANGAN SAMPAI ANAK-ANAK JADI KORBAN!

banner 120x600

 

SIDOARJO , BUSERNASIONAL— Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Ratusan santri Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan setelah menyantap makanan MBG pada Selasa (1/9/2026).

Sekitar 300 santri dilaporkan mengalami keluhan kesehatan hingga harus mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Notopuro, RSI Siti Hajar, dan RS Delta Surya Sidoarjo.

Peristiwa tersebut mendapat perhatian serius dari Aliansi Pejuang Keadilan (APK). Aktivis APK, Hs Toretto, menyampaikan keprihatinannya dan meminta pemerintah tidak menganggap kejadian tersebut sebagai persoalan biasa.

“Jangan sampai anak-anak menjadi korban. Program MBG harus benar-benar memberikan makanan yang bergizi dan aman, bukan justru menimbulkan risiko bagi penerima manfaat,” tegas Hs Toretto.

Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG, khususnya terkait keamanan pangan, kualitas bahan makanan, proses pengolahan, kebersihan dapur, hingga pengawasan terhadap makanan sebelum didistribusikan.

BERITA TERKAIT  Tahsin Al-Qur’an Intensif Digelar di Kotagede

APK mendesak pemerintah pusat maupun daerah melakukan pemeriksaan dan audit terhadap dapur pelaksana MBG yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

Audit, kata Hs Toretto, harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kualitas dan kondisi bahan baku, proses memasak, penyimpanan makanan, kebersihan peralatan dan lingkungan dapur, hingga prosedur pemeriksaan makanan sebelum diberikan kepada penerima manfaat.

“Kalau ada kelemahan dalam sistem, harus segera diperbaiki. Keselamatan anak jauh lebih penting daripada sekadar mengejar target distribusi program,” ujarnya.

JANGAN SAMPAI MBG BERUJUNG PETAKA

Hs Toretto menegaskan bahwa program yang menggunakan anggaran negara harus dilaksanakan dengan standar keamanan dan pengawasan yang ketat. Jangan sampai program yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi justru menimbulkan persoalan kesehatan bagi penerimanya.

BERITA TERKAIT  Masjid Budi Irianti Lawang Hadir 24 Jam, Siapkan Makanan Gratis dan Ruang Istirahat

“Negara harus hadir untuk melindungi anak-anak. Jangan sampai program yang tujuannya meningkatkan gizi justru membuat mereka harus mendapatkan perawatan di rumah sakit,” tandasnya.

APK juga meminta hasil pemeriksaan terhadap para santri serta penyelidikan mengenai sumber makanan segera dilakukan secara profesional dan transparan.

Apabila nantinya ditemukan adanya kelalaian atau pelanggaran prosedur, APK meminta pihak yang bertanggung jawab tidak sekadar diberikan teguran, tetapi harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

HASIL INVESTIGASI HARUS DIBUKA KE PUBLIK

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kejadian masih dalam proses investigasi oleh tim kesehatan dan pihak berwenang. Dengan demikian, dugaan keracunan maupun sumber penyebabnya masih harus menunggu hasil pemeriksaan resmi.

APK menilai hasil investigasi nantinya harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Publik berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, dari mana sumber persoalan, serta langkah konkret pemerintah untuk mencegah kejadian serupa terulang.

BERITA TERKAIT  Ucapan Di Internet Ada Konsekuensinya

Sebab, dalam pelaksanaan MBG, keamanan makanan tidak boleh menjadi hal yang dikompromikan.

Program tersebut harus benar-benar menghadirkan makanan bergizi, sehat, higienis, dan aman bagi anak-anak serta seluruh penerima manfaat.

Penulis: HsEditor: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *