Rupiah Menguat Tipis di Tengah Tekanan Global, Bertahan di Kisaran Rp17.600 per Dolar AS

Rupiah menguat

banner 120x600

Jakarta – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan tren penguatan dalam sepekan terakhir. Meski masih berada di level tinggi, mata uang Garuda mampu bertahan di kisaran Rp17.600 hingga Rp17.890 per USD, mencerminkan kondisi pasar yang relatif stabil di tengah dinamika ekonomi global.

Berdasarkan data perdagangan terbaru, Rupiah ditutup menguat di level Rp17.653,5 per USD. Posisi tersebut naik 52 poin atau sekitar 0,29 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.705,5 per USD.

Analis pasar uang menilai penguatan Rupiah terjadi setelah pelaku pasar merespons sejumlah sentimen positif, termasuk stabilitas pasar keuangan domestik dan optimisme terhadap kinerja ekonomi nasional. Meski sempat mengalami tekanan pada awal perdagangan, Rupiah berhasil berbalik menguat hingga akhir sesi.

BERITA TERKAIT  PEREMPUAN MENJAGA MATA AIR: AKSI EKOLOGIS NASYIATUL AISYIYAH DI SENDANG SENJOYO

Dalam kurun waktu tujuh hari terakhir, pergerakan kurs Dolar AS terhadap Rupiah menunjukkan fluktuasi yang masih terkendali. Nilai tukar tercatat bergerak pada rentang terendah sekitar Rp17.660 per USD hingga tertinggi Rp17.890 per USD, dengan rata-rata berada di kisaran Rp17.839 per USD.

Secara mingguan, Rupiah mencatat apresiasi sekitar 1,5 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha dan investor karena dapat membantu menjaga stabilitas harga barang impor serta menekan risiko inflasi dari sektor eksternal.

Sementara itu, data pasar keuangan lainnya menunjukkan tren serupa. Rupiah tercatat berada di level Rp17.600 per USD berdasarkan data perdagangan internasional, menguat sekitar 114 poin atau 0,64 persen dari posisi sebelumnya di Rp17.714 per USD.

BERITA TERKAIT  PEREMPUAN MENJAGA MATA AIR: AKSI EKOLOGIS NASYIATUL AISYIYAH DI SENDANG SENJOYO

Di sisi lain, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) juga mencatat penguatan Rupiah ke level Rp17.685 per USD, naik 34 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.719 per USD.

Pengamat ekonomi menilai bahwa meskipun Rupiah mengalami penguatan, tekanan eksternal masih perlu diwaspadai. Faktor seperti kebijakan suku bunga Amerika Serikat, perkembangan geopolitik global, serta arus modal asing tetap menjadi penentu utama arah pergerakan nilai tukar dalam beberapa pekan mendatang.

Bank Indonesia diperkirakan akan terus menjaga stabilitas Rupiah melalui berbagai instrumen kebijakan moneter dan intervensi pasar guna memastikan kondisi ekonomi domestik tetap kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *