Bangkalan,busernasional.my.id – Ikatan Santri Alumni Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo (IKSASS) kembali menggelar Musyawarah Besar (MUBES) XI yang akan berlangsung pada 17–19 Mei 2026 di Pondok Pesantren Salafiyah Sa’idiyah Buduran. Agenda empat tahunan tersebut menjadi wadah penting bagi para alumni untuk memperkuat ukhuwah, konsolidasi organisasi, sekaligus menentukan kepemimpinan baru periode 2026–2030.

Mengusung tema “Sambung Juang IKSASS untuk Negeri yang Beradab dan Berperadaban”, kegiatan ini diharapkan mampu memperkokoh kontribusi alumni pesantren dalam bidang pendidikan, dakwah, sosial kemasyarakatan, serta penguatan nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
Pelaksanaan MUBES XI berada di bawah tanggung jawab Pondok Pesantren Salafiyah Sa’idiyah Buduran yang diasuh KH Syarif Damanhuri. Penunjukan lokasi tersebut dinilai mencerminkan semangat persatuan dan kesinambungan perjuangan alumni dalam menjaga tradisi keilmuan pesantren.
Rangkaian acara diawali dengan ziarah ke maqbarah Syaikhona Kholil Bangkalan, kemudian dilanjutkan registrasi peserta dan berbagai kegiatan pembukaan seperti pembacaan Aqoid Saeket, Ratibul Haddad, santunan anak yatim, hingga parade rayon IKSASS dari berbagai daerah.
Menjelang pelaksanaan MUBES, suasana kebersamaan terlihat dalam kegiatan malam mellean yang turut dihadiri unsur Muspika Arosbaya. Kehadiran jajaran Forkopimcam tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap agenda besar alumni pesantren yang dinilai memiliki dampak positif dalam mempererat hubungan sosial dan menjaga harmonisasi masyarakat.
Camat Arosbaya, Dedeng Suprapto, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, MUBES XI IKSASS bukan hanya forum organisasi, melainkan juga momentum memperkuat persaudaraan antaralumni dan masyarakat.
“Alumni pesantren memiliki kontribusi besar dalam menjaga nilai religius, memperkuat moral generasi muda, serta membantu menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat luas,” ujar Dedeng Suprapto.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan kalangan pesantren agar budaya religius serta stabilitas sosial di wilayah Bangkalan tetap terjaga dengan baik.
Sejumlah tokoh nasional dan ulama pesantren dijadwalkan hadir dalam pembukaan MUBES XI, termasuk Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo KH Ahmad Azaim Ibrahimy. Kehadiran para tokoh tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi para alumni untuk terus menjaga tradisi keilmuan dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Selain agenda seremonial, MUBES XI juga akan diisi sidang pleno dan komisi yang membahas evaluasi program kerja, penguatan AD/ART organisasi, serta penyusunan rekomendasi strategis bagi perkembangan IKSASS di masa mendatang.
Puncak kegiatan dijadwalkan berlangsung pada Selasa (19/5/2026) melalui pemilihan Ketua Umum Majelis Tanfidzi Pengurus Pusat IKSASS periode 2026–2030 beserta pembentukan tim formatur kepengurusan baru. Agenda penutupan nantinya akan diisi tausiyah pengasuh dan dihadiri sejumlah tokoh nasional, termasuk Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.(Team/Red)














