Bangkalan, busernasional.my.id – Pelaksanaan Musyawarah Besar (MUBES) XI Ikatan Santri Alumni Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo (IKSASS) terus mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini apresiasi datang dari Ketua Persatuan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kecamatan Arosbaya, Agus Mulyanto, yang menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat ukhuwah alumni pesantren dan menjaga nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Menurut Agus Mulyanto, keberadaan IKSASS selama ini tidak hanya dikenal sebagai organisasi alumni pesantren, tetapi juga memiliki kontribusi nyata dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, khususnya dalam menjaga budaya religius, semangat gotong royong, dan keharmonisan antarwarga.
“Kami dari PKDI Arosbaya sangat mengapresiasi pelaksanaan MUBES XI IKSASS ini. Kegiatan seperti ini mampu mempererat solidaritas alumni pesantren sekaligus menjadi contoh positif dalam menjaga persatuan dan nilai kebersamaan,” ujarnya.
Ia menilai para alumni pesantren memiliki peran strategis dalam membantu menciptakan suasana yang kondusif di lingkungan masyarakat. Selain aktif di bidang dakwah dan pendidikan, alumni pesantren juga dinilai menjadi penghubung penting dalam memperkuat komunikasi sosial di tingkat desa.
Agus Mulyanto berharap forum MUBES XI tidak hanya melahirkan kepemimpinan baru di tubuh organisasi, tetapi juga menghasilkan gagasan yang mampu memperkuat kontribusi alumni pesantren terhadap pembangunan masyarakat dan daerah.
“Semoga MUBES ini melahirkan keputusan terbaik untuk kemajuan organisasi dan semakin memperkuat peran alumni pesantren dalam membantu pembangunan sosial, pendidikan, dan pembinaan generasi muda,” tambahnya.
Suasana menjelang pembukaan MUBES XI IKSASS sendiri terus dipenuhi semangat kebersamaan. Sejumlah elemen masyarakat, tokoh agama, aparat pemerintah, hingga kalangan pemuda tampak ikut terlibat dalam menyukseskan agenda besar empat tahunan tersebut.
Diketahui, MUBES XI IKSASS yang berlangsung pada 17–19 Mei 2026 di Pondok Pesantren Salafiyah Sa’idiyah Buduran menjadi ajang konsolidasi nasional alumni pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Selain membahas arah organisasi ke depan, forum tersebut juga menjadi ruang memperkuat nilai perjuangan, keilmuan, dan pengabdian alumni untuk masyarakat dan bangsa.(Team/Red)














