Dugaan Keracunan Massal Program MBG di Kokop Bangkalan, 40 Siswa Jadi Korban: Total Penerima Mencapai Ribuan

banner 120x600

BANGKALAN, BUSERNASIONAL – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang untuk meningkatkan kesehatan siswa justru memicu insiden memprihatinkan di Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Sebanyak 40 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap menu yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Kamis (4/6/2026).

​Insiden ini sontak menjadi sorotan tajam publik. Berdasarkan informasi yang dihimpun, gejala muntah-muntah mulai dirasakan para siswa tak lama setelah mereka mengonsumsi makanan yang didistribusikan siang itu.

​Salah satu siswa yang tengah mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Kokop mengungkapkan, gejala mual dan muntah muncul secara serentak sesaat setelah memakan menu pendamping berupa acar.

​”Tidak langsung terasa, tapi beberapa saat kemudian serentak merasakan muntah,” ungkap salah satu siswa saat berada di ruang perawatan.

BERITA TERKAIT  Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, Presiden Prabowo Copot Kepala Badan Gizi Nasional

​Tokoh masyarakat Bangkalan, Mathur Husyairi, membenarkan adanya lonjakan jumlah korban. Awalnya, data menunjukkan ada 22 siswa dari SMAN 1 Kokop yang dilarikan ke puskesmas. Namun, berselang beberapa waktu, belasan siswa dari SDN Banda Soleh 1 juga menunjukkan gejala serupa.

​”Dari SD itu ada 18 siswa. Jadi total mencapai 40 siswa,” tegas Mathur saat dikonfirmasi, Kamis (4/6/2026).

​Mathur mengkhawatirkan angka ini akan terus bertambah. Mengingat, dapur produksi MBG yang dikelola oleh Yayasan Langkah Bersama Kita (LBK) melalui SPPG Kokop Dupok 1 tersebut memiliki kapasitas melayani hingga 3.732 penerima manfaat setiap harinya.

​”Kemungkinan ada sekolah lain yang mengalami hal serupa. Kita berharap kejadian ini tidak terulang kembali. Semua SPPG harus benar-benar menjaga kualitas barang dan makanan yang disajikan kepada anak-anak kita,” tandasnya.

BERITA TERKAIT  MAKI Tantang Pemerintah Buka Semua Data MBG: Siapa yang Menikmati Anggarannya?

​Sebagai informasi, menu makan siang yang disajikan pihak pengelola pada hari kejadian terdiri dari nasi, sate ayam, tempe goreng, acar timun wortel, dan buah semangka.

​Hingga berita ini diturunkan, Kepala SPPG Kokop Dupok, Dhimas Bagus, serta Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Bangkalan, Ivan, belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi resmi terkait dugaan keracunan massal tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media pun tidak membuahkan hasil.

​Masyarakat mendesak pihak berwenang, termasuk Dinas Kesehatan setempat dan aparat penegak hukum, untuk segera melakukan investigasi mendalam terhadap standar operasional prosedur (SOP) dan kualitas bahan pangan yang dikelola oleh SPPG di wilayah Bangkalan demi menjamin keselamatan para siswa. (Red)

Penulis: ZQEditor: Zekki, S.M.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *