Camping Demokrasi Digelar, Pemuda Independen Desak DPRD Sumenep Beri Kepastian Tindak Lanjut

Camping Demokrasi Digelar, Pemuda Independen Desak DPRD Sumenep Beri Kepastian Tindak Lanjut
banner 120x600

BuserNasional.my.id – Sumenep — Persatuan Pemuda Independen kembali menggelar aksi di depan Gedung DPRD Kabupaten Sumenep, Rabu (2/9/2026). Aksi jilid III yang dirangkaikan dengan Camping Demokrasi itu menjadi bentuk desakan agar pimpinan DPRD dan Badan Kehormatan (BK) memberikan kepastian terkait tindak lanjut sejumlah tuntutan yang sebelumnya telah mereka sampaikan.

Massa menilai hasil aksi jilid I dan II belum memberikan kejelasan yang diharapkan. Mereka meminta DPRD tidak berhenti pada penyampaian komitmen, tetapi membuka secara terang langkah konkret yang telah dilakukan terhadap tuntutan tersebut.

Koordinator Lapangan I Persatuan Pemuda Independen, Asroful Maghfur, mendesak Ketua DPRD dan BK menemui massa untuk membuka ruang dialog secara langsung.

“Ketua DPRD dan BK jangan banyak alasan. Kalau memang tidak salah, temui kami dan duduk bersama di camp. Kita buka semuanya secara terang dan bicarakan secara terbuka,” tegas Asroful.

Selain berorasi di depan gedung legislatif, massa membagikan brosur kepada pengendara yang melintas di sekitar lokasi. Brosur tersebut memuat lima persoalan yang menjadi sorotan mereka dan disebut sebagai “Panca Pataka (Lima Dosa)”.

BERITA TERKAIT  Antrean Panjang BBM di SPBU Kamal, Penanggung Jawab Pastikan Tidak Ada Permainan Internal

Pembagian brosur dilakukan sebagai upaya menyampaikan versi dan tuntutan mereka kepada masyarakat sekaligus mendorong publik ikut mengawasi kinerja DPRD Kabupaten Sumenep.

Ketua DPRD Berhalangan, Massa Tetap Bertahan

Di tengah berlangsungnya aksi, Ketua DPRD dan BK belum menemui massa. Berdasarkan keterangan Humas DPRD Kabupaten Sumenep, Ketua DPRD berhalangan hadir karena ada anggota keluarganya yang sedang sakit.

Sementara itu, alasan ketidakhadiran Badan Kehormatan belum disampaikan secara rinci kepada massa.

Situasi tersebut membuat Persatuan Pemuda Independen memutuskan tetap bertahan di depan Gedung DPRD melalui kegiatan Camping Demokrasi. Mereka menyatakan akan menunggu kepastian mengenai tindak lanjut tuntutan yang telah disampaikan dalam aksi sebelumnya.

“Kami tidak butuh alasan, kami butuh jawaban. Kalau memang tidak salah, datang dan duduk bersama kami di camp,” ujar Asroful.

BERITA TERKAIT  Cegah Kecelakaan, Satlantas Polres Malang Evaluasi Titik Blackspot

Hingga Rabu malam, aksi jilid III dan Camping Demokrasi masih berlangsung di depan Gedung DPRD Kabupaten Sumenep. Persatuan Pemuda Independen menyatakan akan terus mengawal tuntutan mereka sampai mendapatkan jawaban dan kepastian dari pihak DPRD.

Catatan: Lima persoalan yang disebut massa sebagai “Panca Pataka (Lima Dosa)” merupakan klaim dan istilah dari Persatuan Pemuda Independen. Substansi masing-masing persoalan perlu dikonfirmasi kepada DPRD Kabupaten Sumenep maupun pihak terkait agar pemberitaan tetap berimbang dan akurat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *