Dukung Kapolri Suyudi Ario Seto Benahi Kepolisian, Ormas Madas Nusantara Sodorkan Lima PR Besar

banner 120x600

Jakarta — Ormas Madas (Masyarakat Madura Asli) Nusantara selaku mitra Polri mendukung Kapolri Komjen Pol Suyudi Ario Seto ( Pengganti Listyo Sigit Prabowo) benahi institusi Kepolisian. Ormas Madas Nusantara sodorkan 5 (Lima) PR (Pekerjaan Rumahl besar untuk membawa Kepolisian memiliki SDM berkualitas dalam memberikan pelayanan prima.

Menurut Ketua Umum Ormas Madas Nusantara, KRH.HM.Jusuf Rizal, SH, pria berdarah Madura-Batak Relawan Prabowo Subianto itu kepada media di Jakarta, tugas Kapolri Suyudi cukup berat. Tidak hanya harus menaikkan citra Polri dimasyarakat, tapi sekaligus harus memberi bukti kongkrit agar masyarakat merasa diayomi dan dilindungi.

“Jika melihat janji Suyudi saat fit and proper test di DPR, Madas Nusantara optimis akan ada perubahan besar di Institusi Polri. Apalagi setelah menjabat Kapolri, Suyudi langsung buat gebrakan ganti 19 Kapolda. Ini luar biasa berani. Semoga gerakannya tidak di-Purbayakan Presiden Prabowo Subianto,” tegas Jusuf Rizal, aktivis penggiat anti korupsi, Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) itu.

Adapun Lima PR berat yang menanti Komjen Pol Suyudi Ario Seto mencakup beberapa tantangan utama reformasi dan pelayanan publik yang belum dituntaskan oleh Kapolri lama, Listyo Sigit Prabowo di institusi kepolisian:

Pertama Reformasi Polri Secara Kultural dan Struktural. Membenahi internal institusi agar semakin dipercaya masyarakat, bukan ditakuti. Sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masalah reformasi Kultural dan Struktural ini, makin kesini makin diabaikan. Belum dikerjakan secara tuntas.

BERITA TERKAIT  Sinergi TNI-Polri, Kapolres Bangkalan Beserta Staf dan Bhayangkari Ucapkan Selamat HUT ke-81 TNI

Kedua Penegakan Hukum yang Berkeadilan. Pada aspek ini diperlukan kepastian dalam penanganan kasus agar berjalan objektif, transparan, dan adil tanpa diskriminasi. Karena meski kata-katanya disebutkan tanpa pungli, faktanya jauh berbeda di lapangan.

Masalah penegakan hukum ini menjadi aspek terdepan buruknya citra Kepolisian. Banyak anggota bermain, sehingga masyarakat sulit membedakan antara Polisi dan penjahat.

Ketiga perlu fokus pada pemberantasan korupsi, Narkoba dan Judi Online. Tindak pidana Korupsi dan penyalahgunaan wewenang di daerah luar biasa, Begitu juga Narkoba

Hal itu harus menjadi bagian penting perhatian aparat Kepolisian sebagai ujung tombak penegakan hukum. Misalnya di Pulau Madura marak dengan korupsi, peredaran Narkoba dan Pita Cukai, namun aparat Polisi abai. Belum lagi judi online (Judol)

Jadi sebaiknya Kapolri Suyudi memiliki program utama dalam 100 hari pertama. Masalah Korupsi, Narkoba dan Judi Online bisa sebagai prioritas utama dan dimasa kepemimpinannya.

Keempat Peningkatan Respons Layanan Publik. Polri lebih mengoptimalkan call center 110 agar laporan dan aduan masyarakat direspons dengan jauh lebih cepat oleh jajaran Polres dan Polsek. Jangan sampai karena low respon hingga berbagai kejahatan terjadi.

BERITA TERKAIT  Dandim 0813 Bojonegoro Pimpin Upacara HUT ke- 81 TNI

Kelima Pengawasan dan Evaluasi Kinerja Aparat Kepolisian. Sebab tidak jarang kinerja SDM kurang bagus namun karena kolusi dan nepotisme, memperoleh promosi jabatan. Bahkan rumors untuk naik jabatan harus bayar upeti.

Sebaiknya Kapolri Suyudi menciptakan manajemen pola metrik rekrutmen dan penilaian SDM yang lebih transparan dan profesional. Misalnya evaluasi tingkat penyelesaian perkara serta mengevaluasi efektivitas penanganan laporan masyarakat di tingkat daerah

“Jadi Ormas Madas Nusantara selaku mitra Polri merasa terpanggil untuk ikut membantu Kapolri Suyudi dalam mengatasi PR berat itu, melalui pemberian infornasi terhadap tindak aparat Kepolisian yang bekerja diluar tupoksinya. Kapolri harus didukung untuk perbaikan institusi Kepolisian,” tegas Jusuf Rizal

Dikatakan, Ormas Madas Nusantara akan melaporkan hal-hal yang terkait abuse of power atau penyalahgunaan wewenang aparat dengan tidak menindaklanjuti secara transparan berbagai kasus, sebagaimana raibnya dana hibah Nelayan Sampang dan Pamekasan, Madura dari Petronas Rp.21 Milyar. Dana milik nelayan itu raib sejak tahun 2024 hingga kini.

Berdasarkan catatan Redaksi Jusuf Rizal merupakan keluarga besar Polri, karena itu. Ia sangat tau tentang masalah institusi Polri. Ia dekat dengan banyak Kapolri sebelumnya seperti Sutanto, Adang Daradjatun, Nur Fauzi (Mertua Kapolri Suyudi), dll.

BERITA TERKAIT  ORMAS Laskar Sakera Malang Salurkan Donasi untuk Anak Penderita Tumor Rahang

Jusuf Rizal pada tahun 2007 yang membongkar korupsi Alkom (Alat Komunikasi) dan Jarkom (Jaringan Komunikasi) lebih dari Rp.770 milyar di tubuh Kepolisian yang melibatkan para petinggi di Institusi Kepolisian.

Tidak hanya sampai disitu, Jusuf Rizal yang kerap diancam mau dibunuh membongkar Rekening Gendut 17 pati Polri dan Rekening Gendut Banggar DPR RI. Pria Keturunan Raja Sumenep, Arya Wiraraja ini acapkali mau disogok, tapi selama ini masih profesional sebagai aktivis penggiat anti korupsi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *