JEMBER, BUSERNASIONAL — Kecelakaan maut yang melibatkan kendaraan roda empat dan moda transportasi rel kembali terjadi. Sebuah mobil Toyota Fortuner putih bernasib tragis setelah disambar oleh Kereta Api (KA) Ijen Ekspres relasi Malang-Ketapang Banyuwangi di perlintasan sebidang tanpa penjaga, Desa Gambirono, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Kamis (17/9/2026) siang sekitar pukul 12.00 WIB.
Akibat insiden mengerikan tersebut, pengemudi mobil yang diketahui bernama Yusril Nur Ibnu (warga Kecamatan Umbulsari, Jember) tewas di lokasi kejadian. Korban merupakan seorang mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan tinggi di Yordania dan sedang menikmati masa liburan di kampung halaman.
Kanit Gakkum Polres Jember, Ipda Tommy Nur Alamsyah, saat memberikan keterangan menjelaskan bahwa insiden bermula ketika mobil Fortuner yang dikemudikan korban melintasi perlintasan sebidang tanpa palang pintu aktif tersebut. Pada saat bersamaan, KA Ijen Ekspres melaju kencang dari arah Malang menuju Ketapang, Banyuwangi.
”Jadi tidak tahu kalau ada kereta Ijen Ekspres dari Malang-Ketapang Banyuwangi lewat,” ujar Ipda Tommy.
Kerasnya benturan membuat mobil mewah tersebut ringsek parah dan terseret hingga sejauh kurang lebih satu kilometer dari titik benturan awal.
Soroti Perlintasan Tanpa Penjaga
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan kepolisian, perlintasan sebidang tersebut sebenarnya sudah terpasang infrastruktur palang pintu. Namun, fasilitas tersebut mangkrak lantaran tidak ada petugas yang berjaga untuk mengoperasikannya.
”Kondisi lalu lintas di situ sepi, kemungkinan yang bersangkutan tidak tahu ada kereta lewat karena tidak ada penjaga,” ungkap Tommy.
Ia menambahkan, palang pintu di titik tersebut sudah berdiri sejak sekitar dua tahun lalu, namun hingga kini belum juga dioperasikan dengan petugas resmi. Menyikapi hal ini, pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) langsung mendatangi lokasi kejadian guna berkoordinasi intensif dengan Dinas Perhubungan (Dishub setempat).
Evakuasi dan Imbauan Keras Kepolisian
Pasca-kejadian, jenazah korban langsung dievakuasi menuju Puskesmas Bangsalsari. Pihak keluarga korban juga telah tiba di lokasi guna mengurus proses pemulangan jenazah.
Melalui peristiwa nahas ini, pihak kepolisian tak henti-hentinya memberikan peringatan tegas kepada masyarakat luas agar meningkatkan kewaspadaan ekstra saat melintas di perlintasan sebidang, utamanya yang tidak berpenjaga.
”Kami tidak bosan mengimbau karena dua minggu lalu juga kejadian satu kilometer di sebelah timurnya yang tidak ada penjaga palang pintunya,” pungkas Tommy mengingatkan.














