SURABAYA, BUSERNASIONAL.MY.ID — Perkara dugaan peredaran narkotika jenis ekstasi yang melibatkan lima orang yang disebut memiliki hubungan dengan Diskotek Valhalla Spectaclub Surabaya masih dalam tahap pengembangan penyidikan.
Klarifikasi kepolisian menegaskan bahwa kelima orang tersebut tidak diamankan melalui penggerebekan di dalam area operasional Valhalla, melainkan ditangkap di luar lokasi tempat hiburan malam tersebut.
Kasatresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP Adik Agus Putrawan, menyampaikan bahwa proses penangkapan berlangsung tanpa perlawanan.
“Lima orang diamankan di luar Valhalla, penangkapan tidak ada perlawanan,” ujar Putrawan, Sabtu (12/9/2026).
Keterangan tersebut sekaligus meluruskan informasi yang sebelumnya berkembang di tengah masyarakat mengenai dugaan penggerebekan di dalam diskotek.
Ada yang Masih Bekerja, Ada Pula Mantan Karyawan
Menurut keterangan kepolisian, kelima orang yang diamankan memiliki keterkaitan dengan Valhalla. Sebagian disebut masih berstatus karyawan, sedangkan lainnya merupakan mantan karyawan.
Namun, hubungan pekerjaan atau riwayat bekerja di suatu tempat tidak serta-merta membuktikan keterlibatan institusi maupun kegiatan operasional tempat tersebut dalam perkara narkotika.
Keterlibatan masing-masing orang tetap harus dibuktikan melalui proses penyidikan dan alat bukti yang sah.
Polisi Masih Dalami Kemungkinan Keterlibatan Pihak Lain
Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak menegaskan bahwa perkara ini belum dinyatakan selesai. Penyidik masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang berkaitan dengan dugaan peredaran ekstasi tersebut.
“Masih pengembangan perkara. Serangkaian ungkap perkara ini masih berjalan dan pengembangan,” tegas AKP Adik Agus Putrawan.
Tahap pengembangan menjadi bagian penting untuk mengetahui secara utuh asal-usul narkotika, pola transaksi, jalur peredaran, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain berdasarkan bukti yang ditemukan penyidik.
Publik pun menanti sejauh mana pengembangan perkara ini dilakukan, termasuk apakah lima orang yang telah diamankan merupakan bagian akhir dari perkara atau justru menjadi pintu masuk untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.
Manajemen Valhalla Bantah Ada Penangkapan di Dalam Diskotek
Sementara itu, manajemen Valhalla Spectaclub membantah adanya penggerebekan maupun penangkapan di dalam area operasional tempat hiburan tersebut.
Manajemen menyatakan bahwa kelima orang yang diamankan ditangkap di luar area operasional, bahkan disebut berada di tempat atau kediaman masing-masing ketika sedang libur atau izin.
Pihak manajemen juga menegaskan bahwa apabila terdapat karyawan yang terbukti terlibat dalam perkara narkotika, tindakan tersebut merupakan perbuatan pribadi dan bukan representasi dari kegiatan operasional perusahaan.
Manajemen mengaku telah mengambil tindakan tegas terhadap karyawan yang diduga terlibat, termasuk pemberian sanksi pemutusan hubungan kerja, serta menyatakan dukungan terhadap upaya pemberantasan narkotika.
Menunggu Pengembangan Perkara Secara Terbuka dan Profesional
Perkara ini menjadi perhatian publik karena menyangkut dugaan peredaran narkotika dan nama tempat hiburan yang cukup dikenal di Surabaya.
Meski demikian, proses hukum harus tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Setiap pihak yang disebut memiliki hubungan dengan perkara harus dinilai berdasarkan fakta dan alat bukti, bukan semata-mata karena hubungan pekerjaan atau pemberitaan yang berkembang.
Masyarakat kini menunggu hasil pengembangan Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk menjawab sejumlah pertanyaan penting: dari mana narkotika tersebut diperoleh, bagaimana pola peredarannya, serta apakah terdapat pihak lain yang memiliki peran dalam perkara ini.
Lima orang telah diamankan, tetapi pengungkapan perkara belum tentu berakhir di sana. Hasil penyidikanlah yang akan menentukan sejauh mana kasus ini berkembang.













