Agama  

Adab Berdoa Dan Mengulanginya

KASMUDJO, SKRIPSI JOKOWI, DAN POLEMIK AKADEMIK
banner 120x600

Doa bukan sekadar permintaan kepada Allah, melainkan bentuk penghambaan, pengakuan atas kelemahan, dan keyakinan bahwa hanya Allah tempat bergantung. Karena itu, seorang mukmin hendaknya berdoa dengan rendah hati, penuh harap, rasa takut, kesungguhan, dan tidak mudah berhenti ketika jawaban belum terlihat.

Allah berfirman:

﴿ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ ۝ وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ﴾

Artinya: “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diciptakan dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Al-A’raf: 55-56)

Ayat tersebut mengajarkan tadharru, yaitu merendahkan diri, menunjukkan kelemahan, kesungguhan, ketundukan, dan kebutuhan kepada Allah. Doa bukan tuntutan seorang hamba kepada Rabb-nya, melainkan permohonan makhluk yang lemah kepada Dzat Yang Mahakuasa.

Karena itu, mengulang doa bukanlah sesuatu yang sia-sia. Pengulangan menunjukkan kesungguhan dan ketergantungan seorang hamba kepada Allah. Rasulullah ﷺ mengingatkan:

يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ، يَقُولُ: دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي

Artinya: “Doa salah seorang di antara kalian akan dikabulkan selama dia tidak tergesa-gesa, yaitu dengan mengatakan, ‘Aku telah berdoa, tetapi doaku belum dikabulkan.'” (HR. Bukhari dan Muslim)

BERITA TERKAIT  Ikhlas Beramal Tanpa Menunggu Balasan

Jangan berhenti berdoa hanya karena jawaban belum datang. Allah mengetahui kapan sesuatu terbaik diberikan. Manusia hanya mengetahui apa yang diinginkannya, sedangkan Allah mengetahui apa yang baik dan buruk bagi dirinya. Karena itu, tugas seorang hamba adalah terus memohon sambil menyerahkan hasilnya kepada kebijaksanaan Allah.

Al-Qur’an juga menggambarkan doa Ulul Albab:

﴿رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا ۚ رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ ۝ رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدْتَنَا عَلَىٰ رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ﴾

Artinya: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mendengar orang yang menyeru kepada iman, maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami, hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti. Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami apa yang telah Engkau janjikan melalui rasul-rasul-Mu. Janganlah Engkau hinakan kami pada hari Kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.” (QS. Ali Imran: 193-194)

Allah kemudian berfirman:

﴿فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّي لَا أُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِنْكُمْ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ ۖ بَعْضُكُمْ مِنْ بَعْضٍ﴾

BERITA TERKAIT  Adab Berdoa Dan Mengulanginya

Artinya: “Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya dengan berfirman, ‘Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan.'” (QS. Ali Imran: 195)

Terkabulnya doa tidak selalu berarti keinginan kita terwujud persis seperti yang diminta. Bisa jadi Allah menunda karena sedang mendidik kesabaran, menghindarkan keburukan, mengampuni dosa, atau menyiapkan sesuatu yang lebih baik.

Allah berfirman:

﴿وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ﴾

Artinya: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Karena itu, bawalah hati yang berserah diri ketika berdoa. Jika diberi, bersyukurlah. Jika ditunda, bersabarlah. Jika tidak diberikan dalam bentuk yang diharapkan, tetaplah berbaik sangka kepada Allah.

Doa juga harus disertai ikhtiar dan perbaikan diri. Perbanyak istighfar, perbaiki salat, jaga makanan dan penghasilan agar halal, tinggalkan dosa, dan perbanyak amal saleh. Tadharru berarti menghadirkan hati ketika berdoa. Doa yang sederhana tetapi penuh ketundukan dapat lebih bermakna daripada doa panjang yang tidak dipahami.

BERITA TERKAIT  Maulidurrosul serta Haul Hj. Supa’ah dan H. Kastaman Digelar di Lebo Agung, Gading Tambaksari Surabaya

Maka, jika doa belum terwujud, jangan berhenti. Teruslah mengetuk pintu rahmat Allah dengan adab, kesabaran, dan keyakinan. Barangkali jawaban yang kita tunggu bukan sekadar datangnya sesuatu yang diinginkan, melainkan hati yang semakin dekat kepada Allah, dosa yang diampuni, musibah yang dijauhkan, jalan buruk yang ditutup, atau keteguhan hati dalam menghadapi ujian.

Jangan berhenti berkata, “Rabbanaa.” Jangan tergesa-gesa dan jangan berputus asa. Berdoalah dengan rendah hati, suara yang lembut, rasa takut, dan penuh harap. Sebab seorang hamba yang terus kembali kepada Allah sedang menunjukkan bahwa ia mengetahui kepada siapa dirinya harus bergantung. Ketika hati benar-benar bergantung kepada Allah, ketenangan dapat hadir bahkan sebelum permintaan terwujud.

Penulis: Dwi Taufan HidayatEditor: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *