Bangkalan, Busernasional.my.id— Forum Aktivis Peduli Daerah (FAPDA) Jawa Timur, menegaskan akan segera turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di Kabupaten Bangkalan. Aksi ini digelar menyusul adanya indikasi kuat dugaan penyimpangan anggaran dalam proyek pengadaan mesin pertanian yang dikelola oleh Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangkalan.
Berdasarkan seruan aksi yang beredar, aksi unjuk rasa tersebut dijadwalkan berlangsung pada:
Hari/Tanggal: Jum’at, 4 September 2026
Waktu: Pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai
Titik Kumpul: Stadion Bangkalan
Titik Aksi: Kantor Dinas Pertanian dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan
Mengusung slogan tegas “Awasi Anggaran, Lawan Korupsi, Selamatkan Petani Bangkalan!”, massa FAPDA Jatim menyoroti tajam dugaan penyelewengan yang dinilai sangat merugikan hak-hak para petani di wilayah setempat.
Dalam tuntutan resminya, FAPDA Jatim mendesak aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah-langkah strategis berikut:
Audit Menyeluruh: Menuntut Kejaksaan Negeri Bangkalan agar segera melakukan audit serta pemeriksaan secara komprehensif terhadap seluruh pelaksanaan pengadaan mesin pertanian di Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangkalan.
Evaluasi dan Copot Jabatan: Menuntut Bupati Bangkalan untuk segera mengevaluasi sekaligus mencopot CHK Karyadinata dari jabatannya sebagai Plt. Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangkalan.
Uji Kesesuaian Harga (HPS): Mendesak Kejari Bangkalan untuk memeriksa kesesuaian Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dengan harga pasar yang wajar guna mengendus potensi mark-up anggaran.
Usut Tuntas Tanpa Tebang Pilih: Mendesak aparat penegak hukum agar mengusut tuntas segala bentuk dugaan penyimpangan anggaran pengadaan mesin pertanian secara transparan dan tanpa pandang bulu.
Melalui gerakan moral ini, FAPDA Jatim menegaskan bahwa “Bangkalan butuh tindakan, bukan pembiaran!” Aksi ini diharapkan mampu membuka mata para pemangku kebijakan untuk membersihkan praktik-praktik kotor yang menciderai kesejahteraan petani di Kabupaten Bangkalan. (Tim/Red)














